LANGIT7.ID, Jakarta - Orang tertua di Prancis, Marcel Meys, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Vienne yang terletak di tenggara Prancis. Meys yang saat ini berusia 112 tahun itu meninggal karena tertular Covid-19.
Putri Meys, Nicole Boiron, mengatakan jika ibunya dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Bahkan, Meys sempat diberi oksigen setelah kondisinya memburuk.
Baca juga: Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar NegeriBerdasarkan surat kabar harian Ques, pemakaman Meys akan dilakukan pada 22 Desember. Meys dilaporkan tidak divaksinasi dan tinggal sendirian di rumahnya di Saint-Romain-en-Gal, yang telah menjadi kediamannya sejak 1957.
Dia menjalani kehidupan yang bahagia, indah, dan bangga menjadi warga negara tertua, menurut keluarganya. Berasal dari lembah Rhone, Meys lahir pada Juli 1909 dan melalui periode perang dunia dan Depresi Besar 1929. Pada saat Perang Dunia II, dia bekerja sebagai paramedis dan menjalankan layanan taksi ambulans.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Puan: Gencarkan TracingDia mendukung gerakan perlawanan Prancis untuk melawan kolaborator rezim Vichy dengan mengangkut anggota yang terluka ke rumah sakit. Dia melakoni pekerjaan ini sampai pensiun pada tahun 1967. Secara tradisional, Prancis memberikan gelar "Dekan" kepada warga tertua yang masih hidup.
Meys mengambil alih gelar warga tertua dari Martiniquais Jules Theobald yang lahir pada 17 April 1909 dan meninggal Oktober lalu. Jeanne Mayet, 110 tahun, dari departemen Puy-de-Dome di Rhone Alpes Auvergne sekarang diyakini sebagai penerus gelar Dekan dan orang tertua yang tinggal di Prancis, lapor harian Le Progres. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca juga: Waspadai Omicron, Ini Upaya Preventif Pemda DIY(asf)