LANGIT7.ID, Melbourne - Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengumumkan adanya kasus pertama varian Omicron di negaranya pada Kamis (16/12). Pasien Covid-19 itu tiba di Auckland dari Jerman melalui Dubai pada 10 Desember.
Berdasarkan laporan Kemenkes Selandia Baru, pasien tersebut telah divaksinasi secara lengkap dengan dua dosis vaksin Pfizer. Dan saat ini sedang menjalani isolasi di Christchurch.
Baca juga: Orang Tertua di Prancis Meninggal Dunia Akibat Covid-19"Pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) telah mendeteksi kasus pertama varian omicron di Selandia Baru," bunyi pernyataan Kemenkes Selandia Baru.
Direktur Jenderal Kesehatan Dr. Ashley Bloomfield, mengatakan bahwa sementara kedatangan varian baru sangat mengkhawatirkan. Namun, Selandia Baru berada di posisi yang tepat untuk menangani kasus omicron.
"Kami tahu seberapa cepat Omicron telah menyebar secara global. Jadi penting untuk memastikan setiap kasus perbatasan yang terdeteksi menjalani pengurutan genom yang mendesak," kata Dr. Ashley.
Baca juga: Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar Negeri"Kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk siap menghadapi omicron dan menjauhkannya dari komunitas sejak varian pertama kali diidentifikasi," tambahnya.
Ashley juga menjelaskan 90 persen dari populasi yang memenuhi syarat sekarang mendapat dosis ganda. Program booster sedang berlangsung sehingga warga Selandia Baru terlindungi dengan baik.
Sebagai informasi, Selandia Baru telah melaporkan 13.238 kasus infeksi dan 48 kematian akibat Covid-19. Presiden Komisi Uni Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan omicron bisa menjadi varian dominan baru di Eropa pada awal tahun depan. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Puan: Gencarkan Tracing(asf)