Memilih Minyak Kelapa Sawit yang Lezat dan Sehat
Mahmuda attar hussein
Senin, 20 Desember 2021 - 07:23 WIB
Ilustrasi memilih minyak sawit. Foto: langit7/Istock
Indonesia merupakan produsen kelapa sawit nomor satu di dunia. Selain itu, konsumsi minyak kelapa sawit juga sangat besar di Indonesia, baik untuk kebutuhan domestik rumah tangga maupun kegiatan industri.
Dekan Fateta IPB University menyebutkan bahwa peranan minyak, salah satunya ialah menambah cita rasa dalam makanan. Meski begitu, konsumsi minyak haruslah sesuai agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Pilih minyak yang memiliki karakteristik sensori yang baik dari segi warna, aroma, serta rasanya. Meski warna merupakan standar kualitas, tetap harus dipastikan bahwa warna yang jernih dari minyak bukan berasal dari proses penjernihan yang berulang-ulang, karena ini justru tidak baik,” papar Dr Dase, dalam keterangan tertulis, Senin (20/12).
Baca juga: SEAFAST Center IPB Berbagi Pengetahuan Produk Olahan Minyak Sawit kepada UMKM
Ia mengingatkan bahwa untuk menghasilkan pangan olahan yang lezat, maka minyak goreng selayaknya hanya digunakan satu kali. Karena pada penggunaan setelahnya, kualitas dari minyak sudah mengalami penurunan, sehingga makanan yang dihasilkan menjadi kurang lezat bahkan bisa menimbulkan zat karsinogen dalam makanan.
Pakar minyak Hindah J Muaris menyebutkan bahwa sifat fisik, kimia, dan gizi minyak sawit dan produk turunannya sangat cocok untuk diaplikasikan pada produk pangan olahan.
“Minyak goreng sawit memiliki karakter tahan panas yang tinggi sehingga tidak mudah teroksidasi. Sehingga sangat cocok dalam industri pangan yang membutuhkan minyak dengan durabilitas yang tinggi,” ujar Hindah.
Dekan Fateta IPB University menyebutkan bahwa peranan minyak, salah satunya ialah menambah cita rasa dalam makanan. Meski begitu, konsumsi minyak haruslah sesuai agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Pilih minyak yang memiliki karakteristik sensori yang baik dari segi warna, aroma, serta rasanya. Meski warna merupakan standar kualitas, tetap harus dipastikan bahwa warna yang jernih dari minyak bukan berasal dari proses penjernihan yang berulang-ulang, karena ini justru tidak baik,” papar Dr Dase, dalam keterangan tertulis, Senin (20/12).
Baca juga: SEAFAST Center IPB Berbagi Pengetahuan Produk Olahan Minyak Sawit kepada UMKM
Ia mengingatkan bahwa untuk menghasilkan pangan olahan yang lezat, maka minyak goreng selayaknya hanya digunakan satu kali. Karena pada penggunaan setelahnya, kualitas dari minyak sudah mengalami penurunan, sehingga makanan yang dihasilkan menjadi kurang lezat bahkan bisa menimbulkan zat karsinogen dalam makanan.
Pakar minyak Hindah J Muaris menyebutkan bahwa sifat fisik, kimia, dan gizi minyak sawit dan produk turunannya sangat cocok untuk diaplikasikan pada produk pangan olahan.
“Minyak goreng sawit memiliki karakter tahan panas yang tinggi sehingga tidak mudah teroksidasi. Sehingga sangat cocok dalam industri pangan yang membutuhkan minyak dengan durabilitas yang tinggi,” ujar Hindah.