Survei Ideas: Efektivitas Pembelajaran via WhatsApp Rendah
Fajar adhitya
Senin, 20 Desember 2021 - 16:45 WIB
Ilustrasi pembelajaran anak melalui daring. Foto: iStock.
Pembelajaran daring lewat aplikasi percakapan WhatsApp menjadi pilihan para guru dalam mengajar daripada menggunakan aplikasi tatap muka Zoom maupun Google Meet. Namun, diskusi virtual lewat WhatsApp dinilai kurang efektif.
Survei Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menunjukan bahwa belajar dari rumah (BDR) adalah substitusi yang jauh dari sepadan dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam pelaksanaan BDR selama pandemi, responden guru banyak menggantungkan diri pada pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Survei tersebut dilakukan IDEAS terhadap 98 kepala sekolah, 515 guru dan 826 peserta didik dari 114 satuan pendidikan setingkat SD-SMP yang tersebar di 9 provinsi, pada Agustus-September 2021 yang lalu.
Baca Juga:Pelaksanaan Belajar Daring Perparah Ketimpangan Pendidikan Indonesia
“Metode belajar daring paling populer yang dipilih responden guru adalah diskusi virtual melalui aplikasi WhatsApp Group atau Google Classroom dengan persentase sebesar 74,0 persen. Pertemuan daring melalui aplikasi Zoom dan Google Meet menjadi pilihan guru dengan persentase 32,8 persen,” kata Meli Triana Devi, peneliti Ideas, dikutip Senin (20/12/2021).
Meli menjelaskan bahwa PJJ dengan pertemuan daring yang efektivitas-nya lebih tinggi seperti via zoom atau Google Meet, terlihat masih menjadi pilihan yang sulit dan mahal. Sedangkan diskusi virtual via WhatsApp dan Google Classroom dengan efektivitas rendah menjadi pilihan utama PJJ.
“Secara sederhana karena ia jauh lebih terjangkau dan murah baik bagi guru maupun peserta didik,” tutur Meli.
Survei Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menunjukan bahwa belajar dari rumah (BDR) adalah substitusi yang jauh dari sepadan dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam pelaksanaan BDR selama pandemi, responden guru banyak menggantungkan diri pada pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Survei tersebut dilakukan IDEAS terhadap 98 kepala sekolah, 515 guru dan 826 peserta didik dari 114 satuan pendidikan setingkat SD-SMP yang tersebar di 9 provinsi, pada Agustus-September 2021 yang lalu.
Baca Juga:Pelaksanaan Belajar Daring Perparah Ketimpangan Pendidikan Indonesia
“Metode belajar daring paling populer yang dipilih responden guru adalah diskusi virtual melalui aplikasi WhatsApp Group atau Google Classroom dengan persentase sebesar 74,0 persen. Pertemuan daring melalui aplikasi Zoom dan Google Meet menjadi pilihan guru dengan persentase 32,8 persen,” kata Meli Triana Devi, peneliti Ideas, dikutip Senin (20/12/2021).
Meli menjelaskan bahwa PJJ dengan pertemuan daring yang efektivitas-nya lebih tinggi seperti via zoom atau Google Meet, terlihat masih menjadi pilihan yang sulit dan mahal. Sedangkan diskusi virtual via WhatsApp dan Google Classroom dengan efektivitas rendah menjadi pilihan utama PJJ.
“Secara sederhana karena ia jauh lebih terjangkau dan murah baik bagi guru maupun peserta didik,” tutur Meli.