Mawar Emas, Perlawanan Terhadap Rentenir Berbasis Masjid
Fajar adhitya
Selasa, 21 Desember 2021 - 00:44 WIB
Masjid Habbul Wathan di Lombok. (foto: LANGIT7.ID/ iSTock).
Mawar Emas yang merupakan akronim 'Melawan Rentenir Berbasis Masjid' adalah program ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan fungsi masjid yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mawar Emas merupakan program pembiayaan usaha untuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Mawar Emas menyediakan pinjaman modal bagi pelaku usaha UKM yang dipusatkan di masjid-masjid. Setelah setahun diluncurkan pada 12 Agustus 2020, Mawar Emas lewat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melatih 500 takmir dan 1.500 jamaah telah mengakses program.
Pembiayaan Mawar Emas sejauh ini dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah dan Bank Dinar Asri Syariah didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini juga memberikan modal usaha ultra mikro dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta rupiah kepada jamaah masjid dengan skema akad qardul hasan.
Baca Juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah optimis bahwa Mawar Emas akan menjadi tonggak perekonomian masyarakat. Menurut dia, masjid bukan hanya tempat beribadah dengan sejuta doa dan harapan, tapi tempat yang dapat memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat.
"Saya bisa bayangkan, kalau semua masjid dapat memberdayakan ekonomi syariah melalui program Mawar Emas insyaAllah masyarakat akan sejahtera," ungkapnya dikutip ntbprov.go.id, Senin (20/12/2021).
Baca Juga:Bukan Cuma Mimpi, Wujudkan Perpustakaan Mini di Rumah Tinggal dengan Cara Sederhana Ini
Mawar Emas menyediakan pinjaman modal bagi pelaku usaha UKM yang dipusatkan di masjid-masjid. Setelah setahun diluncurkan pada 12 Agustus 2020, Mawar Emas lewat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melatih 500 takmir dan 1.500 jamaah telah mengakses program.
Pembiayaan Mawar Emas sejauh ini dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah dan Bank Dinar Asri Syariah didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini juga memberikan modal usaha ultra mikro dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta rupiah kepada jamaah masjid dengan skema akad qardul hasan.
Baca Juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah optimis bahwa Mawar Emas akan menjadi tonggak perekonomian masyarakat. Menurut dia, masjid bukan hanya tempat beribadah dengan sejuta doa dan harapan, tapi tempat yang dapat memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat.
"Saya bisa bayangkan, kalau semua masjid dapat memberdayakan ekonomi syariah melalui program Mawar Emas insyaAllah masyarakat akan sejahtera," ungkapnya dikutip ntbprov.go.id, Senin (20/12/2021).
Baca Juga:Bukan Cuma Mimpi, Wujudkan Perpustakaan Mini di Rumah Tinggal dengan Cara Sederhana Ini