Tafsir Surat Al Kafirun Ayat 6: Cara Toleransi kepada Pemeluk Agama Lain
Fajar adhitya
Selasa, 21 Desember 2021 - 01:10 WIB
Ilustrasi dua pemeluk agama berbeda saling hidup rukun meskipun berbeda keyakinan. Foto: iStock.
Surat Al Kafirun mengandung bahasan pokok toleransi dalam agama Islam. Surat ini menjawab ajakan kafir Quriasy pada masa Nabi Muhammad yang menghendaki toleransi sebagai sebuah sinkretisme atau penyatuan ajaran Islam dengan kepercayaan lama masyarakat Quraisy.
Islam memandang pencampuradukkan ajaran dan praktik beragama bukanlah toleransi. Sebaliknya, tukar menukar, saling mendatangi dalam hal peribadahan merupakan bentuk kekacauan beragama, sebab Islam dengan kepercayaan kaum yang mempersekutukan Allah tidak mungkin menyatu.
Namun demikian, Islam menawarkan solusi yang lebih jitu agar tolernasi dalam kehidupan umat beragama dapat tercapai sebagaimana yang tertuang dalam ayat terakhir Surat Al Kafirun.
Baca Juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Surat Al Kafirun ayat 6:
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Arti: Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
Islam memandang pencampuradukkan ajaran dan praktik beragama bukanlah toleransi. Sebaliknya, tukar menukar, saling mendatangi dalam hal peribadahan merupakan bentuk kekacauan beragama, sebab Islam dengan kepercayaan kaum yang mempersekutukan Allah tidak mungkin menyatu.
Namun demikian, Islam menawarkan solusi yang lebih jitu agar tolernasi dalam kehidupan umat beragama dapat tercapai sebagaimana yang tertuang dalam ayat terakhir Surat Al Kafirun.
Baca Juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Surat Al Kafirun ayat 6:
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Arti: Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.