Rektor UI: Ibu Kota Negara Berperan Vital secara Lahiriah dan Batiniah
Mahmuda attar hussein
Selasa, 21 Desember 2021 - 17:54 WIB
Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro. Foto: Langit7/Istock
Ibu kota negara (IKN) adalah pusat dari kehidupan sebuah negara, yang bukan hanya berfungsi layaknya otak dan jantung manusia, tapi juga simbol dan cerminan bangsa.
Apalagi, IKN berperan sangat vital bagi kelangsungan NKRI, bukan hanya lahiriah tapi juga batiniah.
Baca juga: Jokowi Tegaskan Proyek Pemindahan Ibu Kota Tetap Lanjut
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di acara Sosialisasi dan Konsultasi Publik RUUU IKN yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Djokosoetono Research Center Fakultas Hukum Universitas, Selasa (21/12).
"Jadi RUU IKN harus menjadi sarana bagi Indonesia dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada 2030. Untuk mencapai target tersebut membutuhkan vision, understanding, courage, dan adaptive ability," katanya.
Untuk itu, segala hal yang berkenaan dengan IKN merupakan hajat besar bagi segenap bangsa Indonesia. Di mana RUU IKN harus memiliki visi yang jelas yang berdasarkan pemahaman multi sektor dan multi stakeholders.
Baca juga: Jokowi Paparkan Tiga Sektor Prioritas Investasi di Indonesia
Apalagi, IKN berperan sangat vital bagi kelangsungan NKRI, bukan hanya lahiriah tapi juga batiniah.
Baca juga: Jokowi Tegaskan Proyek Pemindahan Ibu Kota Tetap Lanjut
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di acara Sosialisasi dan Konsultasi Publik RUUU IKN yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Djokosoetono Research Center Fakultas Hukum Universitas, Selasa (21/12).
"Jadi RUU IKN harus menjadi sarana bagi Indonesia dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada 2030. Untuk mencapai target tersebut membutuhkan vision, understanding, courage, dan adaptive ability," katanya.
Untuk itu, segala hal yang berkenaan dengan IKN merupakan hajat besar bagi segenap bangsa Indonesia. Di mana RUU IKN harus memiliki visi yang jelas yang berdasarkan pemahaman multi sektor dan multi stakeholders.
Baca juga: Jokowi Paparkan Tiga Sektor Prioritas Investasi di Indonesia