Jusuf Kalla: Masjid Dapat Berperan Membantu Ekonomi Umat
Fajar adhitya
Rabu, 22 Desember 2021 - 02:10 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla (foto: Antara).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa visi dari DMI, yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Tiga kelompok yang memakmurkan masjid ialah orang yang membangun masjid, pengurus, dan jamaah masjid.
“Sesuai tema memberdayakan ekonomi jamaah, jangan ada ketimpangan. Walaupun umat Islam di sini mayoritas tapi secara ekonomi masih jauh," katanya saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-I DMI Provinsi Jatim Tahun 2021 di Hotel Singgasana Surabaya, dikutip keterangan pers, Selasa (20/12/2021).
"Untuk itu kita harus terus meningkatkan ekonomi umat sebaik baiknya. Bagaimana masjid bisa membantu ekonomi umat,” imbuhnya.
Baca Juga:Jusuf Kalla: Masjid Dapat Jadi Shelter Mitigasi Bencana
Menurut dia, masjid jangan hanya bicara aqidah atau tausiah, tetapi juga muamalah. Muamalah salah satunya seperti pengembangan industri halal. Jamaah tidak hanya mendapat ceramah atau tausyiah terkait ibadah tapi juga soal pemberdayaan ekonomi.
“Dari sekitar 43 ribu masjid di Jatim kalau rata-rata seribu sampai dua ribu orang datang shalat Jumat berarti hampir 40 juta orang tiap shalat Jumat mendengarkan ceramah bagaimana memberdayakan ekonomi, memakmurkan, dan dimakmurkan masjid. Jangan sampai masjidnya megah dan indah tapi di sekitarnya banyak yang kurang mampu,” katanya.
Baca Juga:Maulid Nabi, Jusuf Kalla Ingatkan Fungsi Masjid di Zaman Nabi
“Sesuai tema memberdayakan ekonomi jamaah, jangan ada ketimpangan. Walaupun umat Islam di sini mayoritas tapi secara ekonomi masih jauh," katanya saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-I DMI Provinsi Jatim Tahun 2021 di Hotel Singgasana Surabaya, dikutip keterangan pers, Selasa (20/12/2021).
"Untuk itu kita harus terus meningkatkan ekonomi umat sebaik baiknya. Bagaimana masjid bisa membantu ekonomi umat,” imbuhnya.
Baca Juga:Jusuf Kalla: Masjid Dapat Jadi Shelter Mitigasi Bencana
Menurut dia, masjid jangan hanya bicara aqidah atau tausiah, tetapi juga muamalah. Muamalah salah satunya seperti pengembangan industri halal. Jamaah tidak hanya mendapat ceramah atau tausyiah terkait ibadah tapi juga soal pemberdayaan ekonomi.
“Dari sekitar 43 ribu masjid di Jatim kalau rata-rata seribu sampai dua ribu orang datang shalat Jumat berarti hampir 40 juta orang tiap shalat Jumat mendengarkan ceramah bagaimana memberdayakan ekonomi, memakmurkan, dan dimakmurkan masjid. Jangan sampai masjidnya megah dan indah tapi di sekitarnya banyak yang kurang mampu,” katanya.
Baca Juga:Maulid Nabi, Jusuf Kalla Ingatkan Fungsi Masjid di Zaman Nabi