5 Hal Ini Sering Dilupakan DKM dalam Makmurkan Masjid
Fajar adhitya
Rabu, 22 Desember 2021 - 03:33 WIB
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.
Takmir masjid adalah orang-orang pilihan yang bertugas mewujudkan kemakmuran masjid. Secara umum, takmir masjid dapat juga diartikan sebagai pengurus masjid.
Takmir masjid bertugas menjaga dan merawat masjid agar masjid befungsi maksimal sebagai tempat ibadah dan layanan sosia. Pengurus masjid haruslah seorang muslim yang berakhlak baik, berwawasan luas, baik menyangkut masalah keislaman maupun umum serta memiliki kemampuan manajerial.
Dikutip Instagram Indonesian Islamic Youth Economic Forum (@isyefupdates), takmir seyogianya memahami bahwa masjid adalah dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Takmir perlu menghindari beberapa hal berikut ini untuk menjamin adanya pengelolaan dan pemberdayaan masjid yang ideal.
1. Tidak All Out
Masjid dikelola dengan sisa waktu. Artinya mengurus masjid hanya dijadikan pekerjaan sampingan atau “kalau sempat”. Pola pikir yang demikian menjadikan urusan masjid berada pada prioritas kesekian yang mengakibatkan kemakmuran masjid sulit tercapai.
Baca Juga:Berbasis Masjid, DD Tekno-LinkAja Syariah Bantu Korban Semeru
Setiap acara, kegiatan serta program masjid haruslah dikembalikan pada kenyamanan jamaah serta kesejahteraan jamaah. Manajemen masjid yang modern berlandaksan nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah Saw di mana masjid menjadi jantung pokok kegiatan masyarakat serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Takmir masjid bertugas menjaga dan merawat masjid agar masjid befungsi maksimal sebagai tempat ibadah dan layanan sosia. Pengurus masjid haruslah seorang muslim yang berakhlak baik, berwawasan luas, baik menyangkut masalah keislaman maupun umum serta memiliki kemampuan manajerial.
Dikutip Instagram Indonesian Islamic Youth Economic Forum (@isyefupdates), takmir seyogianya memahami bahwa masjid adalah dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Takmir perlu menghindari beberapa hal berikut ini untuk menjamin adanya pengelolaan dan pemberdayaan masjid yang ideal.
1. Tidak All Out
Masjid dikelola dengan sisa waktu. Artinya mengurus masjid hanya dijadikan pekerjaan sampingan atau “kalau sempat”. Pola pikir yang demikian menjadikan urusan masjid berada pada prioritas kesekian yang mengakibatkan kemakmuran masjid sulit tercapai.
Baca Juga:Berbasis Masjid, DD Tekno-LinkAja Syariah Bantu Korban Semeru
Setiap acara, kegiatan serta program masjid haruslah dikembalikan pada kenyamanan jamaah serta kesejahteraan jamaah. Manajemen masjid yang modern berlandaksan nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah Saw di mana masjid menjadi jantung pokok kegiatan masyarakat serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.