Muslim asal Bogor, Untung Menggunung dari Jualan Kutu Air
Mahmuda attar hussein
Rabu, 22 Desember 2021 - 12:50 WIB
Budi daya kutu air. Foto: YouTube CapCapung
Siapa sangka lahirnya pehobi baru ikan hias di masa pandemi, ternyata turut membawa berkah bagi penyedia pakan. Salah satu pakan yang sering digunakan adalah kutu air.
Hal itu menjadikan para pebudi daya kutu air juga ikut kecipratan untung. Bahkan, sebagian orang juga mulai mencoba untuk menjadi pebudi dayanya.
Seperti muslim asal Bogor, Widya Muchtar. Dia mengaku, jalan menjadi pebudi daya dipilihnya karena cukup sulit bersaing di dunia kerja.
"Kita budi daya ikan itu karena dulu lahan pekerjaan agak sulit. Jadi kita bersama pemuda sekitar bersama-sama membangun usaha budi daya ikan, terutama ikan konsumsi seperti lele," ujarnya dikutip dari kanal YouTube CapCapung.
Baca juga: Raup Untung dari Budi Daya Jangkrik, Rp18 Juta Sekali Panen
Seiring bertambahnya anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) yang dia rintis, usahanya itu juga turut berkembang. Di mana mereka mulai merambah kepada sektor ikan hias.
Widya sadar, bahwa untuk menghasilkan kualitas terbaik, diperlukan pakan yang cukup dan berkualitas. Sehingga, Widya bersama rekannya mulai berpikir untuk membuat sebuah kultur daphnia magna (kutu air) secara mandiri.
Hal itu menjadikan para pebudi daya kutu air juga ikut kecipratan untung. Bahkan, sebagian orang juga mulai mencoba untuk menjadi pebudi dayanya.
Seperti muslim asal Bogor, Widya Muchtar. Dia mengaku, jalan menjadi pebudi daya dipilihnya karena cukup sulit bersaing di dunia kerja.
"Kita budi daya ikan itu karena dulu lahan pekerjaan agak sulit. Jadi kita bersama pemuda sekitar bersama-sama membangun usaha budi daya ikan, terutama ikan konsumsi seperti lele," ujarnya dikutip dari kanal YouTube CapCapung.
Baca juga: Raup Untung dari Budi Daya Jangkrik, Rp18 Juta Sekali Panen
Seiring bertambahnya anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) yang dia rintis, usahanya itu juga turut berkembang. Di mana mereka mulai merambah kepada sektor ikan hias.
Widya sadar, bahwa untuk menghasilkan kualitas terbaik, diperlukan pakan yang cukup dan berkualitas. Sehingga, Widya bersama rekannya mulai berpikir untuk membuat sebuah kultur daphnia magna (kutu air) secara mandiri.