Bos PO Haryanto Wajibkan Kru Berhenti saat Waktu Salat Tiba
Muhammad rifai akif
Kamis, 23 Desember 2021 - 13:12 WIB
Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra. Foto: Instagram
Bagi seorang pengusaha, sudah jadi hal yang lumrah mempunyai perhitungan untung rugi dalam bisnisnya. Apapun yang dilakukan pasti mengarah pada dua hal tersebut.
Namun, ternyata tak semua pengusaha memiliki prinsip untung rugi dalam usaha yang dibangunnya. Seperti Haji Haryanto yang punya prinsip berbeda dalam berbisnis. Pemilik perusahaan otobus (PO) Haryanto ini membangun bisnis dengan motto "Utamakan Salat".
Baca juga: Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi
Sehingga kendati sempat mengalami cobaan dengan terbakarnya beberapa bus miliknya pada 2016 lalu, tak memnbuatnya memikirkan kerugian. Direktur Operasional PO Haryanto Rian Mahendra, sekaligus putra pertama dari H. Haryanto, malah merelakan kerugian tersebut. Baginya, semua hanya titipan Allah.
"Kita punya perusahaan sebesar ini karena dikasih Allah. Kalau Allah mau ambil jadi abu dalam sekejap kita siapa, harus siap," ujar Rian dilansir dari Channel YouTube Coach Yudi Candra, Senin (20/12/2021).
Siap bangkrut karena perusahaan titipan Allah, menjadi salah satu prinsip perusahaan ini. Makanya ketika ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Haryanto, yang pertama kali ditanyakan Rian adalah menanyakan kondisi keselamatan para kru dan penumpang. Dan tidak akan menuntut kerugian kepada sang supir.
"Karyawan tidak klaim karena kita sadar, beliau (H Haryanto) bilang ini hanya titipan. Kebakar satu itu titipan Allah," kata Rian.
Namun, ternyata tak semua pengusaha memiliki prinsip untung rugi dalam usaha yang dibangunnya. Seperti Haji Haryanto yang punya prinsip berbeda dalam berbisnis. Pemilik perusahaan otobus (PO) Haryanto ini membangun bisnis dengan motto "Utamakan Salat".
Baca juga: Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi
Sehingga kendati sempat mengalami cobaan dengan terbakarnya beberapa bus miliknya pada 2016 lalu, tak memnbuatnya memikirkan kerugian. Direktur Operasional PO Haryanto Rian Mahendra, sekaligus putra pertama dari H. Haryanto, malah merelakan kerugian tersebut. Baginya, semua hanya titipan Allah.
"Kita punya perusahaan sebesar ini karena dikasih Allah. Kalau Allah mau ambil jadi abu dalam sekejap kita siapa, harus siap," ujar Rian dilansir dari Channel YouTube Coach Yudi Candra, Senin (20/12/2021).
Siap bangkrut karena perusahaan titipan Allah, menjadi salah satu prinsip perusahaan ini. Makanya ketika ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Haryanto, yang pertama kali ditanyakan Rian adalah menanyakan kondisi keselamatan para kru dan penumpang. Dan tidak akan menuntut kerugian kepada sang supir.
"Karyawan tidak klaim karena kita sadar, beliau (H Haryanto) bilang ini hanya titipan. Kebakar satu itu titipan Allah," kata Rian.