Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 29 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi

arif purniawan Senin, 20 September 2021 - 11:37 WIB
Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi
Pengusaha bus, Haryanto sukses menguasai bisnis transportasi karena tidak pernah menyerah. (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Semarang - Alur kehidupan H Haryanto, pemilik PO Haryanto Kudus, bak roller coaster. Naik turun.

Haryanto mengaku dulu pernah keluar dari sekolah karena salah pergaulan. Hidup miskin juga pernah dia jalani. Seiring berjalannya waktu, takdir membolak balik keadaan.

Kini dia menjadi salah satu pengusaha sukses dengan gurita bisnis di bidang transportasi.

Haryanto memang tidak lulus sekolah. Tapi dia tidak tinggal diam. Dia tetap mencari nafkah dengan menjadi tukang batu dan cleaning service di restoran. Kerja apa saja dilakoninya, karena sudah tidak mungkin kembali ke sekolah karena malu.

“Saya dulu sekolah di Bandung. Padahal saya anak cerdas saat itu. Tapi salah pergaulan, jadi kocar-kacir,” cerita H Haryanto di sesi wawancara di Channel Youtube Mas Wahid.

Baca juga: Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan

Kemudian dia ikut seleksi ABRI di Tangerang dan ternyata lulus jadi prajurit berpangkat kopral di artileri Pertahanan Kostrad.

Di sana, dia dipercaya menjadi pengemudi mengangkut alat-alat berat, dan mengambil minyak di gudang. Suatu ketika ia berpikir, dengan gaji Rp18 ribu/bulan apakah mampu membangun rumah tangga?.

Dia pun memberanikan diri untuk menikah, karena setidaknya sudah memiliki beras 18 kg dalam satu bulan, tinggal mencari pendapatan tambahan. Akhirnya selepas dinas, Haryanto muda ini menjadi sopir angkutan umum. Setelah memiliki uang Rp750 ribu, ia gunakan untuk kredit angkot satu dan disopiri sendiri.

“Habis dinas siang, saya langsung narik. Mobi rusak, betulin, malam buat narik lagi. Tiada waktu berhenti sampai lunas,” katanya penuh semangat .

Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi

Suatu ketika Haryanto bertemu dengan rekannya Bu Yanti. Ia menjadi mitra bisnisnya, karena memiliki kemampuan pemasaran. Sementara, dia yang menguruskan izin operasional. Dari satu angkutan kota, saat itu berkembang hingga ratusan angkot.

Pada tahun 2002, saat pensiun dari TNI, ia memutuskan untuk beralih ke bus, yang lebih prospektif dan meninggalkan usaha angkutan. Namun, ujian kembali datang. Trayek bus miliknya, Cimone-Cikarang saat itu hancur.

Kemudian bersama dengan orang tuanya berangkat haji ke Mekkah pada 1987, dan itu rutin dijalankan sesudahnya setiap tahun sekali meski kadang duit pas-pasan. Di sana bertemu dengan Mbah Qabir, orang buta yang hafiz Alquran dan bercerita kepadanya ingin tetap berbisnis di bus.

“Seperti sudah kersane (kemauan) Allah, saya dapat trayek Kudus-Pati-Pulo Gadung. Bis jelek, sudah dihina, tapi penumpangnya tiap hari penuh terus. Saya heran. Saya pikir, hidup sudah diatur Allah SWT,” paparnya.

Melihat usahanya yang mulai berkembang, ia memberanikan mencari pinjaman ke BRI Rp27 miliar, dengan batas pelunasan 5 tahun. Sialnya, pada tahun 2007 usahanya kolap setelah harga BBM naik.

Ia tidak menyerah,dan percaya bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluar dengan berpegang pada hadist yang diriwayatkan Bukhari:

”Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluannya)nya,”.

Segala kesulitannya tidak pernah diceritakan kepada anaknya, agar tidak kecil hati.

Baca juga: Nyambi Ternak Murai Batu, Tukang Jahit Ini Bisa Beli Sawah dan Rumah

“Saya diberi waktu BRI 5 tahun, bisa saya selesaikan 3 tahun. Kalau dipikir, tidak bisa. Saya lihat, kalkulator Allah beda dengan kalkulator kita. Betul beda. Saya tidak lepas salat malam. Andaikata itu penentuan saya yang terakhir. Kalau saya jatuh, anak saya tidak ada tempat. Kalau saya selamat, anak saya bisa hidup,” ucapnya.

Sepulang dari Tanah Suci, dirinya merasa mendapat berkah, dan akhirnya benar-benar hijrah. Setelah diberi wejangan oleh kiai, gelang dan kalung yang dipakainya kemudian dilepas.

“Saya buang semua. Saya mendalami ilmu agama. Saya selalu berdoa. Jangan berani sama orang tua, selalu sungkem sama ibu saya dan minta ridanya. Jika ibu sudah rida, saya sudah lega,” ungkapnya.

Tahun 2010 kreditnya ditutup, kemudan dipinjami Bank Nagari, BPD Sumatera Barat Rp80 miliar, bisa lunas. Lalu kembali dipinjami BRI lagi. Pada tahun 2020, PO Haryanto memiliki 235 unit bus.

Sejak saat itu, usaha bisnisnya kian menggurita. Sukses menjalankan bisnis bus, ia menjajaki sektor yang terkait dengan transportasi, seperti membeli rumah makan di Cirebon dan Solo.

“Pom bensin, spare part, cucian mobil, Alhamdulillah. Perjuangan harus disertai doa dan siap hidup sengsara,” kata dia.

Sukses menjadi pengusaha, pensiunan berpangkat terakhir Kopral Kepala itu juga membangunkan rumah karyawan-karyawan terbaiknya, seperti Tomi, Mbak Nung. Tomi juga sudah diberangkatkan ibadah haji. Mereka adalah karyawan yang sangat berjasa bagi kemajuan PO Haryanto.

“Karena mereka itu pahlawan saya,” tandasnya.
Sempat Bangkrut, PO Haryanto Kini Menguasai Bisnis Transportasi

Selain itu, H Haryanto juga tidak canggung membantu sesama, seperti legiun veteran dan menyantuni anak yatim piatu. Selain itu juga membangun masjid dengan uang pribadi di Tulung Agung Jawa Timur dan 3 masjid di Kudus. Apa-apa yang menjadi krneteg di hatinya, bisa cepat dikabulkan Allah, tidak sampai meminta.

“Kita membantu orang lain, bisa diterima itu saja sudah Alhamdulillah. Saya tidak mau seperti kisah Qarun,”bebernya.

Dia memberi pesan khusus kepada wirausaha muda, yang akan memulai bisnis. Seorang wirausaha muda jangan sampai takut akan ombak, karena berlayar saja belum. Tujuan usaha itu, mencari untung dan manfaat, bukan karena faktor yang lain.

“Usaha buat gengsi, habis duitmu, usaha selesai. kita harus tahu pasar. Sesuai bidangnya, Bekerjalah sesuai keahlian, misal di peternakan ayam, jangan menyimpang, nanti jalannya nanti. Belajarlah sama orang paham, jangan hanya kepada yang pintar,” ucapnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 29 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)