Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan

mahmuda attar hussein Ahad, 19 September 2021 - 09:00 WIB
Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan
Ilustrasi beternak bebek hibrida. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Banten - Seiring waktu, minat masyarakat atas bebek pedaging di pasaran terus meningkat. Saat ini produk olahan makanan dari bebek pedaging yang beragam juga mengalami peningkatan permintaan masyarakat.

Seperti bebek panggang, bebek penyet, bebek goreng, bebek madura, dan produk olahan bebek lainnya yang biasa disandingkan dengan beragam jenis sambal.

Melihat adanya potensi yang menjanjikan membuat muslim asal Tangerang Selatan, Muhamad Syaugi ini tertarik untuk terjun menjadi peternak bebek pedaging.

Menurutnya, selama kebutuhan makan dari setiap masyarakat masih ada, maka peluang bisnis di sektor pertanian dan peternakan terbilang cukup menjanjikan. Apalagi disaat pandemi ini yang banyak menyebabkan pengangguran, sehingga beternak bisa menjadi salah satu jawaban untuk tetap menjaga produktivitas.

“Kami di sini pun bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp8 juta sebulan. Jadi dengan modal awal sekitar Rp60 juta, InsyaAllah setahun sudah bisa balik modal,” katanya dikanal Youtube Agromaritim.

Baca juga: Jualan Sejak Kuliah, Brand Tas Muslimah Ini Bersaing di Pasar Internasional

Syaugi, menggunakan jenis bebek hibrida yang terbilang cukup cepat untuk dipanen. Selain itu, ia juga menerapkan konsep urban poulty farm, yang artinya beternak bebek dengan skala sedang di tengah perkotaan.
Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan
Tujuannya, tidak lain adalah untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan bebek seperti bau kotorannya. Sehingga, dengan konsep tersebut ia meyakini akan mengurangi bau yang akan ditimbulkan dari peternakan bebeknya yang dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat sekitar.

“Kami di sini melakukan pembesaran, dan dengan konsep tersebut di tengah perkotaan bisa berjalan dengan sesuai harapan. Jadi artinya bisa beternak bebek walaupun di wilayah perkotaan seperti ini, hasilnya juga lumayan,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, bibit bebek hibrida tersebut didapatkan dari produsennya di Kediri. Setelah sampai di kandang peternakan maka dilanjutkan pemeliharaan untuk pembesaran.

Ketika memasuki masa panen, Syaugi mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan, di mana saat ini harga bebek per kilogramnya masih stabil diharga Rp24 ribu. Ia pun mengaku tidak repot dalam hal pemasarannya, sebab banyak pengepul yang langsung datang ke kandang untuk membeli bebeknya.

“Saat ini kita masih menjual bebek dalam bentuk pedaging, jadi memang belum sampai ke tahap pemotongan. Tapi ke depan memang kita ada rencana untuk pemotongan juga dan dijadikan dalam bentuk frozen food,” katanya.
Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan
Setelah sukses beternak bebek hibrida hingga mencapai ribuan populasi di kandangnya, Syaugi kini membuka sistem kemitraan bagi siapa pun yang ingin menjadi peternak bebek di tengah wilayah perkotaan. Ia mengatakan, akan memberikan pendampingan bagi mitranya, dari tahap awal pemeliharaan hingga pemasaran.

“Untuk konsep urban poultry farm ini, walaupun artinya di tengah perkotaan, tapi yang perlu diperhatikan adalah tidak bisa dilakukan di kota yang sangat padat. Jadi artinya peternakan yang dilakukan di tengah kota yang tidak terlalu padat penduduk,” ujarnya.

Perawatan Bebek Hibrida

Syaugi menuturkan, perawatan jenis bebek hibrida juga terbilang cukup mudah. Menurutnya, bebek hibrida memiliki ketahanan tubuh yang cukup kuat terhadap penyakit sehingga jarang sekali ditemui bebek yang sakit atau pun harus bergantung dengan jenis obat-obatan tertentu.

“Tapi kita juga harus tetap rutin menjaga kebersihan kandang dan ketersediaan pakan minumnya. Pakan bebek menjadi yang terpenting dalam tahap pembesaran ini, karena ketika mulai terganggu akan menimbulkan kendala seperti kekurangan bobot ketika dipanen,” jelasnya.

Baca juga: MES: Perlu Mempertemukan Industri Halal Indonesia dengan Permintaan Luar Negeri

Sementara untuk minum, lanjut Syaugi, harus dibersihakn minimal dua hari sekali. Hal itu dilakukan guna menjaga kualitas air minum yang diberikan kepada ternak agar tetap baik.

Sedangkan untuk mengurangi bau kandang peternakan, ia menggunakan sekam dan secara rutin membalik tanah selama dua hari sekali. Sehingga menjaga kondisi tanah tetap kering dan membuat populasi bebek di kandang lebih nyaman.

“Untuk penyemprotan disinfektan, dilakukan ketika DOD (bibit bebek) sebelum dimasukkan ke kandang. Lalu, dilanjutkan nanti ketika bebek sudah memasuki usia remaja ke dewasa selama dua minggu sekali,” ujarnya.

Sempat Diprotes Warga

Awal merintis usaha peternakannya, Syaugi mengaku mendapat protes dari warga sekitar yang mulai terganggu dengan bau yang ditimbulkan dari peternakannya. Saat itu, ia mulai mengusahakan untuk menghilangkan atau meminimalisir bau yang ditimbulkan dalam kurung waktu bingga 4 bulan.

Bahkan, sempat waktu itu ia didatangi oleh perwakilan dari kecamatan dan kelurahan setempat untuk dimediasi dengan warga yang keberatan. Syaugi menjelaskan, saat itu ia sempat tidak diperbolehkan untuk beternak di wilayahnya, tapi dengan menjelaskan konsep urban poutry farm akhirnya ia diberikan izin dengan harus membuktikan bahwa yang bau yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

“Alhamdulillah dalam waktu 3-4 bulan itu kita berhasil mengatasi masalah bau ini. Sekarang pun kita sudah mendapatkan izin untuk bisa beternak di wilayah ini,” jelasnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)