LANGIT7.ID, Lamongan - Tidak banyak orang yang bisa berhasil dalam mengembangkan usahanya. Perlu kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk bisa sukses dan berhasil menjalankan usaha.
Begitu yang dialami oleh muslimah asal Lamongan, Jawa Timur, Rima Yuni Fridayanti. Berkat kegigihannya merintis usaha, kini ia sukses dengan brand Soe Art-nya yang menjadi
trend setter produk tas berbahan denim.
Kelebihan produknya dibandingkan kompetitor lain, dengan menggunakan pewarna alami dari dedaunan, produk tas Soe Art bisa dikatakan sebagai produk limited edition. Sebab, walaupun memiliki kemiripan, tapi dari motif dan warna tidak 100 persen sama.
"Kami juga memberikan garansi tas ini selama dua tahun, karena biasanya yang paling sering dikeluhkan wanita untuk produk tas itu biasanya di ritsleting," ujarnya dikanal Youtube Insbi Media.
Baca juga: BI Sebut Pemulihan Ekonomi Nasional Perlu Didorong Lewat EksporSoe Art sendiri mengusung konsep sosiopreuneur. Artinya, sebagai pengusaha, Rima mengedepankan manfaat agar bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Untuk itu, dalam menjalankan produksi usahanya, Rima memberdayakan para ibu-ibu di lingkungannya. Hebatnya lagi, melalui usahanya ini ia bahkan mampu memberdayakan orang berkebutuhan khusus.
"Niat kita dari awal memang ingin menebar manfaat. Kalau pesan suami saya, paling tidak ketika meninggal akan dikenang baik oleh banyak orang," ujarnya.
Sementara untuk pemasaran sebelum pandemi, produk Soe Art dipasarkan secara offline dengan biasa mengikuti pameran yang diadakan pemerintah setempat. Namun, sejak pandemi melanda, Rima mengaku telah mengalihkan strategi pemasarannya dengan menggunakan 100 persen sistem online.
"Meskipun dari rumah, tapi dengan sistem pemasaran online kita bisa menjangkau pembeli skala nasional. Bahkan kami juga sudah masuk ekspor ke Hongkong. Alhamdulillah, itu semua bisa meningkatkan omzet kami hingga mencapai Rp60 juta," katanya.
Awal Menjalankan UsahaRima memulai usahanya pada 2010 silam saat ia masih duduk di bangku kuliah. Rima terbilang muslimah yang mandiri, ia diketahui sering berjualan beragam produk lain demi memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai mahasiswa saat itu.
Dari situ, jiwa pengusahanya terbentuk dan membuatnya paham betul bagaimana memulai dan mengembangkan sebuah usaha. Untuk itu, ia yang tertarik terhadap fesyen, mulai merintis usahanya memproduksi tas.
Perjuangannya dalam membangun usaha tas ini pun bukan tanpa hambatan. Menurut pengakuannya, saat masih memproduksi tas berbahan katun pada 2012, ia sempat mengalami kebangkrutan sehingga usaha tersebut harus tutup pada 2013.
Baca juga: Kini Giliran Tambang Emas Milik Bumi Suksesindo Sambung 260 MVA dari Listrik PLNNamun jodoh tidak ke mana, usai bangkrut ia bertemu seseorang dan termotivasi kembali untuk melakukan kerja sama. Bersama orang yang kini menjadi suaminya itu, tercetus ide untuk membuat sebuah brand produk dengan menggunakan bahan denim.
"Saya bertemu suami, yang saat itu kita belum menikah. Kita bersama membuat brand tas dengan bahan denim, dan akhirnya kita brand dengan nama Soe Art," jelasnya.
Saat itu, lanjut Rima, produk tas berbahan denim masih belum banyak di pasaran. Sehingga, Soe Art Denim mampu mendominasi pasar karena menjadi trend setter di persaingan dunia tas yang sebenarnya cukup ketat.
Semua dilakukannya dengan perjuangan yang tidak mudah. Apalagi ketika awal merintis, semua kegiatan produksi dilakukannya secara mandiri.
"Setahun merintis usaha ini saya lakukan semua sendiri. Baru di tahun kedua kita mulai minta bantuan pekerja, dan saat itu pun bahkan dibayar yang menurut saya kurang layak, karena itu diawal kami menjalankan usaha," jelasnya.
Seiring waktu, lanjut Rima, usahanya yang kian mengalami perkembangan siginifikan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, seperti dana hibah dan lainnya. Menurutnya, hal itu sangat mempengaruhi perkembangan usahanya hingga saat ini.
Kini, Soe Art telah memiliki enam orang karyawan tetap yang membantunya dibagian produksi. Di samping itu, Rima mengaku bisa memperkerjakan 50 orang lebih jika mendapatkan pesanan borongan.
Rima berharap, brand Soe Art yang tegolong middle class ini, dapat terus meningkatkan daya saingnya hingga mampu berjajar dengan produk luar negeri. Sehingga, bisa menjadi salah satu produk kebanggaan Indonesia di kancah Internasional.
"Dalam menjalankan usaha kita perlu mendengarkan apa keluhan dan permintaan konsumen. Karena itu adalah aset berharga untuk bisa mengembangkan usaha apa pun," jelasnya.
(zul)