LANGIT7.ID, Jakarta- -
Kisah sukses Didik Lestariyono, seorang pengusaha dan advokat yang dulunya berprofesi sebagai petugas kebersihan, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kini, dia menjadi seorang pengusaha, praktisi hukum, dan advokat.
Saat ini, dia bahkan dipercaya menjadi legal corporate empat perusahaan ternama di Kota Malang dan Surabaya. Selain itu, Didik juga mengembangkan bisnis di bidang IT, perkebunan, dan jasa kontruksi.
Didik besar di tengah keluarga miskin dan membuatnya harus berjuang sendiri. Saat duduk kelas II SMP, dia melamar menjadi tukang sapi di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang. Akhirnya, dia menjadi seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT). Dia menyapu jalanan di pagi-pagi buta sebelum berangkat atau setelah pulang dari SMPN 14 Malang.
Pekerjaan itu yang mengantar Didik melanjutkan sekolah SMA dan berlanjut ke jenjang S-1. Saat lulus dari Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang, dia masih menjadi petugas kebersihan.
Baca juga:
Belajar dari Kisah Ramdan Alamsyah, Sukses Berkat Ridha Orang TuaDia berhenti dari tukang sapu saat resmi mengantongi sertifikat pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) pada 2014. Saat menempuh S2 Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya, dia tidak lagi bekerja di DKP.
"Yang ada dalam pikiran saya waktu itu adalah bagaimana caranya saya bisa meringankan beban orang tua. Akhirnya, seperti itu saja," ujar Didik dalam Webinar International Series ‘Catch You’re your Dream Multipreneur Upgrading Skill, Mindset & Mentality’ yang diikuti Langit7.id secara daring, Senin (17/4/2023).
Meski berhasil mendapatkan pekerjaan yang dia dambakan, Didik tak pernah berpuas diri. Dia menekuni dunia usaha. Dia meyakini bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perdagangan. Hal ini mendorongnya untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian, khususnya kebun kopi. Dari sinilah ia merambah ke bisnis bahan bangunan.
"Banyak client dari pengusaha properti yang mereka minta untuk bekerjasama dengan saya, supaya saya menjadi supplier dari bahan bangunan. Sekaligus saya mendirikan perusahaan yang saya namai CV Sembilan Naga. Alhamdulillah, sudah berjalan. Kita menyumplai bahan bangunan di Malang," ucap Didik.
Didik mengatakan, kunci suksesnya adalah merubah mindset dari seorang pekerja menjadi seorang pengusaha. Dia selalu berpikir agar “dunia menjadi pelayan kita, bukan kita yang layani dunia. Kita harus mempekerjakan orang supaya dunia datang melayani kita dengan sukarela”.
"Dalam hidup kita, ada dua pilihan. Kita bisa membiarkan takdir menentukan hidup kita atau kita memilih untuk berjuang dan mengubah hidup kita," tutur Didik.
(ori)