5 Tema Khutbah Jumat Terkait Toleransi Beragama, Nomor 3 Sering Kendur
Fajar adhitya
Kamis, 23 Desember 2021 - 21:09 WIB
Umat Islam dianjurkan untuk menempati shaf terdepan dalam shalat Jumat dan tidak berkata-kata. Foto: iStock.
Islam sangat menganjurkan sikap toleransi, tolong-menolong, hidup yang harmonis, dan dinamis antarumat manusia tanpa memandang agama, bahasa, dan ras mereka. Dalam Alquran, Allah tidak melarang hamba-hambanya berbuat baik kepada mereka yang berbeda agama.
Namun, Allah juga mewanti-wanti agar seorang muslim menjaga aqidahnya dengan tidak mencapuradukkan ajaran agama. Keyakinan yang berbeda hendaknya tidak menjadi celah permusuhan, tapi justru bagian dari ketetapan Allah agar dapat diambil pelajaran.
Berikut lima tema khutbah Jumat yang berkaitan dengan toleransi beragama:
1. Larangan Sinkretisme Agama
Sinkretik adalah upaya memaduka dua paham, aliran, ajaran atau lebih agar tercapai kompromi di antara kedua belah pihak. Allah telah melarang Rasul dan umatnya untuk melakukan sinkretisme agama. Larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Al Kafirun.
Baca Juga:Larangan Berkumpul dengan Kaum yang Olok-olok Agama Islam
Muhammaq Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menerangkan, Surat Al Kafirun mengandung tema pokok penolakan atas usul kaum musyrikin untuk menyatukan ajaran agama. Kafir Quraisy menghendaki dengan adanya sinkretisme ini terciptanya nuansa toleransi agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu.
Namun, Allah juga mewanti-wanti agar seorang muslim menjaga aqidahnya dengan tidak mencapuradukkan ajaran agama. Keyakinan yang berbeda hendaknya tidak menjadi celah permusuhan, tapi justru bagian dari ketetapan Allah agar dapat diambil pelajaran.
Berikut lima tema khutbah Jumat yang berkaitan dengan toleransi beragama:
1. Larangan Sinkretisme Agama
Sinkretik adalah upaya memaduka dua paham, aliran, ajaran atau lebih agar tercapai kompromi di antara kedua belah pihak. Allah telah melarang Rasul dan umatnya untuk melakukan sinkretisme agama. Larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Al Kafirun.
Baca Juga:Larangan Berkumpul dengan Kaum yang Olok-olok Agama Islam
Muhammaq Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menerangkan, Surat Al Kafirun mengandung tema pokok penolakan atas usul kaum musyrikin untuk menyatukan ajaran agama. Kafir Quraisy menghendaki dengan adanya sinkretisme ini terciptanya nuansa toleransi agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu.