LANGIT7.ID, Jakarta - Islam merlarang seorang muslim berkumpul, duduk bersama orang-orang kafir dan munafik yang menghina syariat Allah. Allah melarang seroang muslim mendatangi tempat berkumpul mereka hingga menghentikan perbuatannya.
Larangan duduk bersama orang-orang yang mengolok-olok agama Islam dimaksudkan agar orang-orang kafir sadar bahwa tindakan mereka itu tidak disukai Allah dan kaum Muslimin. Pada sisi lain, bila Nabi atau kaum muslim tetap duduk bersama mereka, berarti seakan-akan menyetujui tindakan mereka itu.
Firman Allah dalam Surat Al An’am ayat 68:
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak DzikirDilansir Tafsir Kementerian Agama, larangan serupa juga tercantum dalam Surat An Nisa ayat 140. Ayat ini melalrang orang mukmin berkumpul atau berada dalam satu majelis dengan kaum munafik yang menghina agama dan hukum-hukumnya.
Surat An Nisa ayat 140:
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ
Artinya: Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Kafirun Ayat 6: Cara Toleransi kepada Pemeluk Agama LainSebagian Muslimin duduk-duduk bersama orang-orang musyrik yang sedang membicarakan kekafiran, mencela Islam, dan menghina Alqur'an, sedang Muslimin itu tidak sanggup menyanggah pembicaraan orang-orang musyrik itu. Maka Allah menyuruh umat Islam berpaling meninggalkan orang-orang musyrik dan melarang duduk bersama mereka.
Demikian pula orang Yahudi berbuat seperti kaum musyrik, yaitu membicarakan kekafiran dan mencela Islam bersama orang-orang musyrik. Orang mukmin dilarang duduk bersama orang-orang Yahudi dan melibatkan diri dalam pembicaraan-pembicaraan yang menghina agama Allah.
Mereka disuruh menjauhid an masuk kepada pembicaraan lain yang tidak mengandung penghinaan kepada agama. Apabila kaum Muslimin ikut bersama-sama dengan kaum munafik itu dan tidak mau meninggalkan mereka, maka Allah menganggap mereka bersekongkol dengan orang-orang kafir itu.
Baca Juga: Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus(zhd)