Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home masjid detail berita

Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak Dzikir

fajar adhitya Rabu, 22 Desember 2021 - 04:20 WIB
Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak Dzikir
Ilustrasi seseorang sedang berdzikir di tengah kesunyian Foto: iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al Ahzab ayat 41 mengandung anjuran kepada orang-orang beriman untuk memperbanyak dzikir. Dzikir adalah mengingat Allah di dalam hati maupun diucapkan secara lisan, termasuk shalat.

Surat Thaha ayat 14:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Artinya: Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.

Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menguraikan adab-adab berdzikir kepada Allah. Selain dari shalat, mengingat sambil menyebut nama Allah dapat dilakukan seacara perlahan-lahan atau lirih. Sebab Allah mendengar walaupun suara yang sehalus-halusnya, bahkan walaupun hanya kata hati.

Baca Juga: Tafsir Surat Al Kafirun Ayat 6: Cara Toleransi kepada Pemeluk Agama Lain

Surat Al A’raf ayat 205:

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

Artinya: Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

Pada Surat Al Ahzab ayat 41, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang yang beriman untuk memperbanyak dzikir.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Terjangkau dan Berkualitas, Berikut 7 SMA Negeri Berasrama Terbaik di Indonesia

Ali bin Thalhah menerima ajaran dari Ibnu Abbas radiallahu anhu tentang maksud dari ayat "lngatlah akan Allah dengan ingatan yang banyak", bahwa Allah Ta'ala bila menurunkan suatu yang wajib kepada hambaNya selalu ada batas waktunya, dan diberi kelapangan seketika ada uzur yang menimpa.

Namun dzikir tidak ada uzumya, dzikir itu tidak diberi batas waktu. Tidak diberi uzur seseorang buat meninggalkan dzikir. Bahkan ada disebutkan dalam akhir Surat ali Imran tentang mengingat Allah ketika berdiri, ketika duduk dan ketika berbaring, malam dan siang, pagi dan petang, di darat dan di laut, dalam perjalanan.

Baca Juga: Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus

Dzikir bisa juga dilakukan di dalam rumah, dalam keadaan kaya atau keadaan miskin, dalam keadaan sakit ataupun keadaan sihat, dalam rahasia ataupun dalam kenyataan dan dalam keadaan apa saja. Bila dzikir dimaknai sebagai shalat, maka, kata Buya Hamka, shalat telah dijadikan rukun Islam yang kedua bahkan menjadi jadi tiang agama. Sebab itu sekurangnya lima waktu sehari semalam sudah pasti kita wajib mengingat Tuhan.

Selain shalat fardhu yang lima waktu, terdapat berbagai macam shalat sunnah yang dicontohkan Rasulullah seperti shalat sunnat nawafil, tahiyyatul masjid, shalat sunnah selesai berwudhu', shalat taubat, rawatib, shalat sunnah fajar, Dhuha, dan qiyamul lail atau tahajjud.

Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat Al Kafirun: Larangan Sinkretisme Agama

Baca Juga: Makna Alif Lam Mim dan Haa Mim dalam Al-Quran

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)