Ayat tentang bekerja dalam Al-Qur'an bisa menjadi bekal semangat bagi umat Islam untuk bekerja keras dan berusaha mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.
Sebagai pedoman hidup umat muslim, Al-Qur'an mengatur kehidupan umat muslim sehari-hari beserta larangan-larangan besar yang dilaknat Allah SWT. Menghilangkan nyawa seseorang yang tidak bersalah merupakan satu di antaranya.
Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam tafsir Al-Wajiz bahwa orang-orang yang beriman dilarang mengambil harta selain milik kalian dengan cara yang diharamkan syariat, sepeti riba, judi, memalak, dan menipu.
Orangtua ditugaskan untuk membesarkan anak-anaknya dengan baik, agar tumbuh kuat dan mandiri. Jangan sampai meninggalkan keturunan atau generasi yang lemah.
Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Allah tidak mengampuni dosa yang mempersekutukan-Nya. Maksudnya Allah tidak memberikan ampun kepada seorang hamba yang menghadap kepada-Nya dalam keadaan mempersekutukan Allah.
Imam Masjid New York, Amerika Serikat ini menjelaskan, perpecahan menjadikan umat Islam bagaikan onggokan gabus di tengah lautan luas. Terombang-ambing oleh pergerakan ombak seiring arah perjalanan angin.
Orang yang terzalimi memohon pertolongan kepada Allah dengan berdoa pasti akan dikabulkan oleh Allah. Orang yang terzalimi termasuk kategori yang doanya mudah diijabah oleh Allah.
Larangan duduk bersama orang-orang yang mengolok-olok agama Islam dimaksudkan agar orang-orang kafir sadar bahwa tindakan mereka itu tidak disukai Allah dan kaum Muslimin.
Dalam Islam, wisata merupakan hal yang dianjurkan untuk mesyukuri nikmat Allah dan mentadabburi kemegahan ciptaan-Nya. Seorang muslim hendaknya memperhatikan tuntunan syariat ketika darmawisata.