LANGIT7.ID, Jakarta - Orangtua ditugaskan untuk membesarkan anak-anaknya dengan baik, agar tumbuh kuat dan mandiri. Jangan sampai meninggalkan keturunan atau generasi yang lemah.
Ulama besar Imam Nawawi menjelaskan makna dari
surat An Nisa ayat 9 tentang makna Dzurriyatan dhi'afan (keturunan yang lemah). Yang perlu dicemaskan orang tua, yaitu jangan sampai meninggalkan keturunan yang lemah dalam hal ekonomi, ilmu pengetahuan, keagamaan dan akhlaknya.
Berikut redaksi
surat An Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya: Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
Baca Juga: Tafsir An Nisa Ayat 48: Dosa Syirik Tidak Akan Diampuni AllahMenurut tafsir Jalalain, seseorang harus waspada terhadap nasib anak yatim atau orang-orang yang ditinggalkan mereka. Yaitu anak-anak kecil yang dikhawatirkan terlantar saat ditinggalkan.
Ayat diatas juga menjelaskan perintah memuliakan anak yatim. Perlakukan anak yatim sebagaimana memperlakukan anak sendiri.
Sedangkan menurut Ibnu Katsir ayat tersebut ditunjukan kepada mereka yang jadi wali anak-anak yatim. Agar memperlakukan anak-anak yatim seperti perlakuan yang mereka harapkan kepapa anak-anak mereka bila suatu saat dia tinggalkan.
Ayat di atas juga membicarakan mengenai wasiat. Menurut At Thabari, seseorang dilarang mewasiatkan hartanya secara berlebihan. Dikarenakan khawatir hartanya akan habis dan dapat menyengsarakan keturunannya yang ditinggalkan.
Demikian ulasan tafsir surat Annisa ayat 9 menurut beberapa ulama. Semoga bermanfaat.
(bal)