LANGIT7.ID - -
Surat Yusuf ayat 28 merupakan rangkaian kisah
Nabi Yusuf alaihisalam dengan istri pembesar Mesir Quthafir atau Uthafir bin Ruahib. Ayat ini menceritakan bagaimana lihainya tipu daya wanita.
فَلَمَّا رَاٰ قَمِيْصَهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ اِنَّهٗ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۗاِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ
Terjemah: Maka, ketika melihat bajunya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia (suami perempuan itu) berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu (hai kaum wanita).
Tipu dayamu benar-benar hebat.
Baca juga: Tips Pengasuhan ala Nabi Yusuf, agar Anak Tangguh Hadapi Masalah HidupKisahnya bermula saat Nabi Yusuf dijual sebagai budak setelah perjalanan hidup yang penuh derita dan kesedihan dilalui di dalam sumur, dan Quthafir membelinya.
Quthafir yang dijuluki sebagai Al Aziz adalah seorang
pejabat keuangan sekaligus kepala keamanan Mesir di masa Raja Rayyan bin al-Walid.
Al-Aziz pun membawa Yusuf ke keluarganya dan sangat memerhatikan dan memuliakan Yusuf. Bahkan Quthafir atau Al Aziz mengatakan kepada keluarganya untuk selalu berbuat baik kepadanya.
Ketika mulai terlihat kebaikan dan kecakapan pada diri Yusuf, al-Aziz berkata kepada istrinya, Zulaikha atau Raa'iil binti Ra'abil,
"Berikanlah tempat yang layak bagi anak ini serta berikanlah kedudukan bersama kita." Maksudnya berikanlah layanan yang baik kepadanya. Hal ini karena al-Aziz memiliki firasat yang baik tentang Yusuf.
Merujuk Tafsir Al Munir, Nabi Yusuf adalah laki-laki yang dikaruniai ketampanan dan keeolakan. Hal ini membuat Zulaikha menaruh keinginan kepada Yusuf karena kebaikan, keelokan, dan ketampanannya.
Baca juga: Tafsir Surah Yusuf ayat 86, Minta Solusi Hanya ke Allah SWTZulaikha pun sering berias dan tampil anggun ketika berhadapan dengan Yusuf. Pada sisi lain, Yusuf hampir jatuh dan terperdaya godaan Zulaikha.
Firman Allah Surat Yusuf ayat 23:
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِيْ هُوَ فِيْ بَيْتِهَا عَنْ نَّفْسِهٖ وَغَلَّقَتِ الْاَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۗقَالَ مَعَاذَ اللّٰهِ اِنَّهٗ رَبِّيْٓ اَحْسَنَ مَثْوَايَۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
Terjemah: Perempuan, yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya, menggodanya. Dia menutup rapat semua pintu, lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah. Sesungguhnya dia (suamimu) adalah tuanku. Dia telah memperlakukanku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan beruntung.”
Dikisahkan bahwa Zulaikha menutup semua pintu di rumahnya. Ada yang mengatakan terdapat tujuh buah pintu di rumah itu.
Mendapati bujukan perempuan itu, Yusuf menolaknya dengan tegas seraya berkata,'Aku berlindung kepada Allah dan aku memohon pemeliharaan dengan-Nya dari apa yang engkau inginkan terhadapku. Yusuf pun tak ingin menghianati Quthafir yang telah memuliakannya.
Baca juga: Krisis Ekonomi Global Ternyata Pernah Terjadi di Zaman Nabi YusufYusuf menolak ajakan zina Zulaikha dan segera berlari menuju pintu untuk keluar. Zulaikha yang melihat Yusuf berlari segera menarik baju Yusuf dari belakang hingga sobek.
Sementara di depan pintu ternyata ada Quthafir. Maka Zulaikha pun membuat tipu daya untuk menyelamatkan nama baiknya, seolah-olah dialah yang lari dari kejaran Yusuf, agar dia terbebas dari hukuman sang suami.
Surat Yusuf Ayat 25:
وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيْصَهٗ مِنْ دُبُرٍ وَّاَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا الْبَابِۗ قَالَتْ مَا جَزَاۤءُ مَنْ اَرَادَ بِاَهْلِكَ سُوْۤءًا اِلَّآ اَنْ يُّسْجَنَ اَوْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Terjemah: Keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik bajunya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata, “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu selain dipenjarakan atau (dihukum dengan) siksa yang pedih?”
Karena mendapat ancaman hukuman, Yusuf pun menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi. Seorang saksi dari keluarga Zulaikha menyarankan agar menganalisis sobekan baju Yusuf untuk mencari kebenarannya.
Baca juga: Serang Makam Yusuf, Zionis Israel Bunuh Warga PalestinaSurat Yusuf ayat 26:
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِيْ عَنْ نَّفْسِيْ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ اَهْلِهَاۚ اِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ
Terjemah: Dia (Yusuf) berkata, “Dia yang menggoda diriku.” Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, “Jika bajunya koyak di bagian depan, perempuan itu benar dan dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang berdusta.
Surat Yusuf ayat 27:
وَاِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Terjemah: Jika bajunya koyak di bagian belakang, perempuan itulah yang berdusta dan dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang jujur.”
(est)