LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang
muslim harus banyak-banyak mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. Bila menemui kendala, adukan lah kepada Sang Rabb dan meminta solusi dari-Nya.
Pendakwah
Ustadz Abdul Rahman Habsyi dalam tulisannya mengatakan, seorang hamba hendaknya mengutamakan Allah SWT dalam segala urusan.
"Karena Allah Ta'ala menciptakan dan memberikan segalanya. Saat dirinya dilanda masalah dan musibah, maka Allah-lah muara aduannya," kata Ustadz Rahman kepada
Langit7 dikutip Jumat (6/1/2023).
Bukankah saat sedang safar (bepergian), orang-orang yang bertakwa akan menjadikan Allah Ta'ala sebagai sahabat perjalanannya.
Baca Juga: Berserah Diri pada Allah, Ini 6 Cara Move On dalam Islam"Maka pada saat dilanda masalah, jadikanlah Allah Sahabat Curhat kita. Dan mintakan solusi pada-Nya," ujar dia.
Dia mengisahkan, Nabi Yaqub alaihissalam ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Yusuf diberitakan telah dimakan serigala. Beliau langsung mengadu kepada Allah dan berkata:
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَYaqub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya." (Yusuf: 86).
رُوِىَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَصْبَحَ لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخَطًا عَلىَ اللهِ وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِناَهُ فَقَدْ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ.Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa bangun di pagi hari kemudian mengadukan kesulitannya kepada sesama (mahkluk atau manusia), maka dianggap mengadukan tuhannya (tidak rela dengan takdirnya).
Dan barangsiapa merasa sedih dengan kondisi duniawinya di waktu pagi, maka dia dianggap telah membenci Allah. Dan barangsiapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya." (Kitab Nashaihul ibad)
"Maka tetaplah mengadu pada Allah, karena selalu ada jalan keluarnya," kata dia.
(bal)