Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Cendekiawan Muslim Shamsi Ali Ingatkan Bahaya Sektarianisme

fajar adhitya Selasa, 04 Januari 2022 - 14:45 WIB
Cendekiawan Muslim Shamsi Ali Ingatkan Bahaya Sektarianisme
Imam Shamsi Ali aktif dalam kampanye kerukunan antar umat beragama di Amerika Serikat (Foto: istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan muslim asal Sulawesi Selatan, Shamsi Ali mewanti-wanti akan bahaya sektarianisme yang muncul dari keragaman kelompok Islam. Ia mengatakan, egoisme kelompok akan menghancurkan persatuan di tubuh umat.

Dalam sebuah ceramahnya yang sangat menggugah, Sheikh Hamzah Yusuf, salah seorang Imam Besar di Amerika Serika mengutip sebuah pernyataan Ali bin Abi Thalib sebagai berikut: Being with the group with its impurities is better than sectarianism with purifies.

Pernyataan ini kira-kira dapat diterjemahkan bahwa “Bersama kelompok yang menyeluruh (besar) dengan segala kekurangannya itu lebih baik dari pada menggabungkan diri dengan kelompok kecil yang (terkadang) merasa lebih suci”.

“Pernyataan Ali karrama allahu wajhahu ini menjadi sangat krusial dan penting ketika tendensi perpecahan umat semakin besar. Perpecahan dan bukan ikhtilaf tanpa diragukan lagi menjadi penyakit terbesar umat masa kini,” kata Presiden Nusantara Foundation dikutip Selasa (4/1/2022).

Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat Terkait Toleransi Beragama, Nomor 3 Sering Kendur

Imam Masjid New York, Amerika Serikat ini menjelaskan, perpecahan menjadikan umat Islam bagaikan onggokan gabus di tengah lautan luas. Terombang-ambing oleh pergerakan ombak seiring arah perjalanan angin. Tidak punya nilai (harga atau kehormatan) dan tidak punya posisi yang jelas.

Realita ini sesungguhnya digambarkan dalam Alquran Surat Al Anfal ayat 46, Allah berfirman, “Dan taatilah Allah dan rasulNya. Dan janganlah kamu berselisih (berpecah) yang menyebabkan kamu gagal dan kekuatanmu hilang.”

Kata “tanaazu’” itu berasal dari kata “naza’a-yanza’u” yang artinya mencabut atau menarik sesuatu. Artinya kata tanaazu’ di sini bukan sekedar berselisih paham dalam arti berbeda pandangan. Tapi sebuah sikap yang memecah belah akibat perbedaan yang ada.

“Dan karenanya Islam tegas bahwa di satu sisi menghormati perbedaan keragaman, termasuk perbedaan opini dalam banyak hal adalah hal biasa. Tapi tegas melarang tendensi memecah atau berpecah dari kelompok besar keumatan,” kata Shamsi Ali.

Kata “keumatan” ini dapat dipahami pada tingkatan yang berbeda. Ada keumatan pada tingkat global, tingkat nasional, dan juga pada tataran lokal.

Baca Juga: Imam Shamsi Ali: Toleransi Mengakui Eksistensi Umat Lain, Bukan Membenarkan Agamanya

Secara global umat ini dengan segala ragam perbedaan yang ada di dalamnya, termasuk perbedaan nasional kenegaraan (nation state), hendaknya tetap menjaga persatuan keumatan secara global. Semua anggota umat terikat oleh satu ikatan ukhuwah imaniyah.

Secara nasional juga demikian. Bangsa Indonesia dengan “Persatuan Indonesia” pada Pancasila sebagai falsafah negara hendaknya menjadi landasan bagi semua tetap berada dalam barisan kesatuan NKRI.

Demikian halnya pada tataran lokal. Komunitas Muslim di mana saja harus memerhatikan kebersamaan besar (umum) ketimbang kecendeungan-kecenderungan kelompok yang menjadi benih-benih perpecahan di antara anggota komunitas di lokalitas masing-masing.

“Dan kalau kita merujuk kembali ke surah Al-Anfal ayat 46 tadi, ketaatan seharusnya menjaga umat ini dari perpecahan dengan sama-sama membangun ketaatan umat itu akan tetap bersatu. Walau mungkin saja ada perbedaan-perbedaan penafsiran,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah: Wanita Amerika Masuk Islam karena Keramahan Seorang Muslim

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)