LANGIT7.ID, Jakarta - Islam sangat menganjurkan sikap toleransi, tolong-menolong, hidup yang harmonis, dan dinamis antarumat manusia tanpa memandang agama, bahasa, dan ras mereka. Dalam Alquran, Allah tidak melarang hamba-hambanya berbuat baik kepada mereka yang berbeda agama.
Namun, Allah juga mewanti-wanti agar seorang muslim menjaga aqidahnya dengan tidak mencapuradukkan ajaran agama. Keyakinan yang berbeda hendaknya tidak menjadi celah permusuhan, tapi justru bagian dari ketetapan Allah agar dapat diambil pelajaran.
Berikut lima tema khutbah Jumat yang berkaitan dengan toleransi beragama:1. Larangan Sinkretisme AgamaSinkretik adalah upaya memaduka dua paham, aliran, ajaran atau lebih agar tercapai kompromi di antara kedua belah pihak. Allah telah melarang Rasul dan umatnya untuk melakukan sinkretisme agama. Larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Al Kafirun.
Baca Juga: Larangan Berkumpul dengan Kaum yang Olok-olok Agama IslamMuhammaq Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menerangkan, Surat Al Kafirun mengandung tema pokok penolakan atas usul kaum musyrikin untuk menyatukan ajaran agama. Kafir Quraisy menghendaki dengan adanya sinkretisme ini terciptanya nuansa toleransi agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu.
2. Sunnatullah KeberagamanKeberagaman merupakan keniscayaan dalam hidup ini. Allah menghendaki keberagaman agar manusia dapat memetik pelajaran satu sama lain. Pada Surat Al Hujurat ayat 13 dijelaskan, Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit.
Allah tidak menyukai orang-orang yang memerlihatkan kesombongan dengan keturunan, kepangkatan, atau kekayaannya karena yang paling mulia di antara manusia pada sisi Allah hanyalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Kebiasaan manusia memandang kemuliaan itu selalu ada sangkut-pautnya dengan kebangsaan dan kekayaan.
3. Menjaga Batasan-batasan AgamaToleransi dalam Islam adalah menjaga batasan agama dan kepercayaan masing-masing. Dalam Alquran, Allah mengafirmasi adanya kepercayaan lain selain Islam meskipun mereka menyekutukan Allah. Namun Allah menegaskan bahwa perbuatan mereka yang menolak tauhid kelak akan mendapat balasan.
Baca Juga: Imam Shamsi Ali: Toleransi Mengakui Eksistensi Umat Lain, Bukan Membenarkan AgamanyaUmat Islam wajib menjaga keimanannya dari segala pencemaran aqidah. Pada sisi lain, Islam juga menghendaki tidak boleh ada pemaksaan terkait peribadahan terhadap pemeluk kepercayaan atau agama lain.
4. Semua Agama Mengajarkan Perbuatan BaikSalah kaprah toleransi yang sering terjadi adalah memandang kebenaran semua agama adalah sama. Padahal agama memiliki ajaran kebenarannya masing-masing, yang sama adalah kebenaran moral yang bersifat universal. Adapun terkait aqidah dan peribadahan, masing-masing agama sangat jauh berbeda.
Ide untuk menyamakan kebenaran semua agama merupakan pandangan yang sangat ekstrem. Dan terkadang dilakukan atas nama toleransi, seolah-olah kalau tidak ikut ibadah orang lain, dianggap tidak toleran. Pandangan yang demikian sangat berbahaya dan termasuk sikap intoleran. Allah dalam Surat Al Kafirun telah melarang mencampuradukkan dan mengintervensi keyakinan atau peribadahan antarumat beragama.
5. Toleransi yang Benar dalam IslamToleransi dalam Islam adalah menerima sunnatullah keberagaman. Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi segala jenis perbedaan, termasuk dalam hal beragama dan berkeyakinan. Sikap menjaga toleransi dalam Islam bahkan diserukan dalam keadaan perang sekalipun.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak DzikirUmat Islam wajib menjaga aqidahnya, tapi pada sisi lain ia juga wajib menjaga keamanan pemeluk agama lain dalam berkeyakinan dan peribadahan. Meyakini keberadaan eksistensi agama lain bukan berarti membenarkan keyakinan mereka.
(zhd)