Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home masjid detail berita

Otoritas Astronomi Islam: Penentuan Awal Ramadhan dan Syawwal Melalui Mekanisme Ruyatul Hilal

miftah yusufpati Jum'at, 13 Februari 2026 - 04:15 WIB
Otoritas Astronomi Islam: Penentuan Awal Ramadhan dan Syawwal Melalui Mekanisme Ruyatul Hilal
Ketetapan awal bulan bukan sekadar administrasi kalender, melainkan wujud kepatuhan pada aturan yang telah digariskan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Menjelang akhir Sya’ban, langit senja menjadi panggung paling krusial bagi umat Islam di seluruh dunia. Di sana, jutaan pasang mata menanti sebuah garis lengkung tipis yang disebut hilal. Bukan sekadar fenomena astronomi, kemunculan hilal adalah komando langit yang menentukan kapan miliaran manusia mulai menahan lapar dan kapan mereka merayakan kemenangan.

Dalam kitab Meraih Puasa Sempurna, sebuah karya ilmiah yang diterjemahkan dari kitab Ash Shiyaam, Ahkaam wa Aa daab oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath Thayyar, dijelaskan bahwa penetapan waktu ini memiliki basis hukum yang sangat kuat. Dr. Ath Thayyar mengutip Surah Al Baqarah ayat 185 sebagai fondasi utama:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa.

Ayat ini menegaskan kewajiban menunaikan puasa sejak fajar pertama Ramadhan hingga akhir bulan. Namun, bagaimana cara memastikannya? Dr. Ath Thayyar memaparkan bahwa metode pertama dan yang paling utama adalah melalui ru’yatul hilal, yakni melihat hilal secara langsung atau melalui kesaksian yang dapat dipercaya.

Syariat Islam, menurut interpretasi Ath Thayyar, sengaja menggantungkan hukum masuknya bulan Ramadhan pada hal-hal yang tampak secara kasat mata. Ini adalah bentuk kemudahan agar umat manusia dapat memahaminya tanpa kesulitan dan beban teknis yang berat. Sebuah nikmat yang memungkinkan setiap individu terlibat dalam observasi langit tanpa harus menjadi ahli matematika tingkat tinggi.

Dalil operasional mengenai metode ini berpijak pada hadits riwayat Ibnu Umar, di mana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوْا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوْا لَهُ

Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal (bulan Ramadhan) dan jangan pula kalian berbuka (tidak berpuasa) sampai kalian melihatnya (bulan Syawwal). Jika awan menyelimuti kalian maka perkirakanlah untuknya.

Namun, alam seringkali menyimpan rahasianya di balik mendung. Dalam situasi di mana awan menyelimuti ufuk, syariat memberikan solusi kedua melalui hadits riwayat Abu Hurairah. Rasulullah memerintahkan untuk menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari (istikmal) jika hilal terhalang cuaca.

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِيَ عَلَيْكُمْ فْأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ

Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.

Secara interpretatif, metode ru’yah ini menciptakan kesatuan rasa di masyarakat. Tidak peduli apakah seseorang adalah ilmuwan atau penggembala di padang rumput, mereka memiliki akses yang sama terhadap tanda-tanda alam ciptaan Allah. Keputusan untuk memulai atau mengakhiri puasa didasarkan pada fakta empiris yang transparan.

Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Katsir ini mengingatkan kita bahwa ketetapan awal bulan bukan sekadar administrasi kalender, melainkan wujud kepatuhan pada aturan yang telah digariskan. Hilal adalah jembatan antara perhitungan manusia dengan ketetapan Tuhan, sebuah garis perak yang memisahkan antara hari biasa dan hari-hari penuh kemuliaan.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)