3 Tahap Interaksi dengan Al-Qur’an, Bisa Dapat Pahala Setara 80 Tahun
Muhajirin
Sabtu, 25 Desember 2021 - 16:10 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dai Kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan tiga tahap interaksi seorang muslim dengan Al-Qur’an. Tiap tingkatan memiliki cara dan keutamaannya masing-masing.
Di antara keutamaan tersebut, seseorang bisa mendapatkan pahala setara berbuat baik selama 10 bulan atau 80 tahun lamanya. Hal ini menjadi ciri khas umat Nabi Muhammad SAW. Umat Rasulullah memang tak memiliki umur sampai seabad seperti umat Nabi Nuh. Namun, kebaikan umat Muhammad bisa melambung tinggi Jika mampu memanfaatkan setiap momentum dari ajaran Al-Qur’an dan hadits.
Nah, berikut ini 3 cara berinteraksi dengan Al-Qur’an:
1. Membaca (Qiraah)
Qiraah adalah sekadar membaca Al-Quran saja, tidak menuntut untuk paham. Membaca dalam artian seperti membaca Al-Qur’an pada umumnya, sekadar membaca ayat per ayat tanpa melihat terjemahan.
Orang yang berinteraksi dengan cara ini akan mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca. Namun ada bacaan penting, saat membaca harus sesuai kaidah tajwid. Ini tentu belum berlaku bagi orang yang baru belajar membaca Al-Qur’an, sebab mereka akan diganjar dua pahala meski terbatah-batah.
Membaca Al-Qur’an berdasarkan kaidah tajwid sangat penting. Sebab, pecuma membaca 30 juz jika semua salah. Artinya, tahu bahwa bacaan itu salah tapi tetap dipaksakan.
Di antara keutamaan tersebut, seseorang bisa mendapatkan pahala setara berbuat baik selama 10 bulan atau 80 tahun lamanya. Hal ini menjadi ciri khas umat Nabi Muhammad SAW. Umat Rasulullah memang tak memiliki umur sampai seabad seperti umat Nabi Nuh. Namun, kebaikan umat Muhammad bisa melambung tinggi Jika mampu memanfaatkan setiap momentum dari ajaran Al-Qur’an dan hadits.
Nah, berikut ini 3 cara berinteraksi dengan Al-Qur’an:
1. Membaca (Qiraah)
Qiraah adalah sekadar membaca Al-Quran saja, tidak menuntut untuk paham. Membaca dalam artian seperti membaca Al-Qur’an pada umumnya, sekadar membaca ayat per ayat tanpa melihat terjemahan.
Orang yang berinteraksi dengan cara ini akan mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca. Namun ada bacaan penting, saat membaca harus sesuai kaidah tajwid. Ini tentu belum berlaku bagi orang yang baru belajar membaca Al-Qur’an, sebab mereka akan diganjar dua pahala meski terbatah-batah.
Membaca Al-Qur’an berdasarkan kaidah tajwid sangat penting. Sebab, pecuma membaca 30 juz jika semua salah. Artinya, tahu bahwa bacaan itu salah tapi tetap dipaksakan.