Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

3 Tahap Interaksi dengan Al-Quran, Bisa Dapat Pahala Setara 80 Tahun

Muhajirin Sabtu, 25 Desember 2021 - 16:10 WIB
3 Tahap Interaksi dengan Al-Quran, Bisa Dapat Pahala Setara 80 Tahun
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dai Kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan tiga tahap interaksi seorang muslim dengan Al-Qur’an. Tiap tingkatan memiliki cara dan keutamaannya masing-masing.

Di antara keutamaan tersebut, seseorang bisa mendapatkan pahala setara berbuat baik selama 10 bulan atau 80 tahun lamanya. Hal ini menjadi ciri khas umat Nabi Muhammad SAW. Umat Rasulullah memang tak memiliki umur sampai seabad seperti umat Nabi Nuh. Namun, kebaikan umat Muhammad bisa melambung tinggi Jika mampu memanfaatkan setiap momentum dari ajaran Al-Qur’an dan hadits.

Nah, berikut ini 3 cara berinteraksi dengan Al-Qur’an:

1. Membaca (Qiraah)

Qiraah adalah sekadar membaca Al-Quran saja, tidak menuntut untuk paham. Membaca dalam artian seperti membaca Al-Qur’an pada umumnya, sekadar membaca ayat per ayat tanpa melihat terjemahan.

Orang yang berinteraksi dengan cara ini akan mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca. Namun ada bacaan penting, saat membaca harus sesuai kaidah tajwid. Ini tentu belum berlaku bagi orang yang baru belajar membaca Al-Qur’an, sebab mereka akan diganjar dua pahala meski terbatah-batah.

Membaca Al-Qur’an berdasarkan kaidah tajwid sangat penting. Sebab, pecuma membaca 30 juz jika semua salah. Artinya, tahu bahwa bacaan itu salah tapi tetap dipaksakan.

“Maaf, 30 jus khatam tidak dibaca dengan benar, itu tidak lebih baik daripada membaca 3 juz tapi dibaca dengan benar. 3 juz benar bacaannya lebih baik dibandingkan 30 juz tapi salah semua,” kata Adi Hidayat dikutip kanal YouTube Masjid As Salam, Sabtu (25/12/2021).

Dalam hal ini Rasulullah menjadi contoh terbaik. Wahyu diturunkan kepada beliau, surga pun sudah menjadi jaminan. Namun beliau tetap membaca Al-Qur’an untuk diperdengarkan kepada Jibril.

Akan tetapi, saat ramadhan tiba, beliau hanya sekali khatam. Beliau bukan tidak bisa khatam berkali-kali. Beliau ingin memberikan contoh bahwa membaca Al-Qur’an dengan bacaan benar lebih baik daripada dipaksakan baca banyak namun salah.

“Ini bukan berarti melarang banyak khatam baca Al-Qur’an. Jadi, silakan baca banyak tapi dengan benar, bukan diperbanyak tapi baca salah semua. Tidak ada pahala, karena tau salah tapi dipaksakan membaca,” ucapnya.

2. Memahami Al-Qur'an (Tilawah)

Jika bacaan sudah benar, maka perlu naik tingkat ke tilawah. Tilawah yakni membaca Al-Qur’an dengan makna. Para sahabat tidak banyak membaca Al-Qur’an, paling lima ayat.

“Saat melakukan ini, apakah pahalanya lebih sedikit daripada membaca karena banyak huruf yang dibaca? Belum tentu,” ucapnya.

Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, melainkan diturunkan ke atas mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat mengerumuni mereka, dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Jadi orang yang tilawah Al-Qur’an akan mendapatkan empat kebaikan. Tidak hanya dihitung pahala per-huruf, tapi ditambah empat keutamaan lagi. Yakni, mendapatkan ketentraman dalam hati (sakinah), mendapatkan rahmat dari Allah, dikerumuni para malaikat, dan Allah menyebut mereka kepada para malaikat di sisi-Nya.

“Kalau orang Sudah diberikan rahmat, berarti dosanya diampuni, diberikan solusi dari segala masalah, atau diberikan kecukupan dunia dan akhirat. Kalau malaikat sudah berkerumun maka cuma ada dua yang didapat, diampuni dosa orang yang dikerumuni atau mengaminkan doa yang dimohonkan,” ucapnya.

Hal ini yang membuat Rasulullah selalu berhenti sejenak saat membaca ayat doa dalam Al-Qur’an. Sebab pada saat itu malaikat akan mengaminkan. Paling hebat lagi, orang yang tilawah Al-Qur’an akan mendapat pujian langsung dari Allah Ta’ala. Pujian itu pun disampaikan kepada makhluk mulia, yakni para malaikat.

“Cara tilawah paling bagus, anda keluarkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang bimbingan kehidupan. Misalnya tilawah tentang ayat untuk menjadi ayah yang baik menurut Al-Qur’an. Ibu jadi ibu yang baik, anak jadi anak yang baik,” katanya.

Ketika sudah belajar langsung dipraktikkan. Setiap kali dipraktikkan itu pahalanya seribu bulan. Ini bisa melihat hadits riwayat Muslim 1389, at-Tirmidzi 2682, dan Ibnu Maja 219.

“Jadi, misalnya meminta anak shalat usia membaca tilawah, akan mendapatkan pahala meminta anak shalat selama 80 tahun tanpa henti. Jadi, pahala tilawah itu lebih banyak daripada qiraah. Maka itu, yang Sudah lancar membaca Al-Qur’an, masuk ke tilawah,” tuturnya.

3. Menghafal Al-Qur’an (Tahfidz)

Tahap ini adalah interaksi Al-Qur’an yang memiliki pahala yang paling banyak. Karena tahfidz itu sudah pasti qiraah dan tilawah.

Dalam tausiyah lain, dikutip kanal YouTube Adi Hidayat Official, UAH menyampaikan beberapa keutamaan menghafal Al-Qur’an. Para penghafal Al-Qur’an akan memberikan keberkahan bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.

Allah juga akan mengangkat kehormatan orang tua dari anak penghafal Al-Qur’an. Jasad mereka akan tetap utuh dalam kubur hingga kiamat tiba. Selain itu, Allah membuka seluruh pintu surga bagi para penghafal Al-Qur’an dan memanggil seluruh anggota keluarganya untuk berbondong-bondong masuk ke dalamnya.

Nah, jadi interaksi dengan Al-Qur’an pun memiliki tingkatan. Kamu sudah berada di tingkat mana?.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)