Rektor Unhasy: Wirausaha Tidak Melulu Soal Ekonomi, Tapi Keseluruhan Nilai Tambah
Mahmuda attar hussein
Senin, 27 Desember 2021 - 10:15 WIB
Rektor Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Haris Supratno. Foto: Langit7/Attar
Wirausaha sering dikaitkan dengan kegiatan dagang atau jual-beli dengan tujuan mendapatkan nilai keuntungan materi.
Salah kaprah soal wirausaha itu menjadikan sebagian orang enggan untuk berwirausaha dan memilih untuk menjadi pegawai kantoran. Di mana mereka merasa nyaman dengan mengandalkan gaji bulanan.
Baca juga: Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Haris Supratno secara daring, di Seminar Kewirausahaan: Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022, Minggu (26/12).
"Wirausaha itu bermakna bahwa setiap aktivitas kita memiliki nilai tambah. Jadi bukan arti sempit yang hanya bernilai ekonomi saja, melainkan segala nilai tambah baik materi dan non materi itu bisa dikatakan wirausaha," jelasnya.
Artinya, lanjut dia, apa pun yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah merupakan wirausaha. Menurutnya, kebanyakan orang hanya mengartikan atau memandang wirausaha dalam artian yang sempit.
"Jika dalam pengartian sempit, wirausaha dimaknai sebagai sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi atau pun materi," ujarnya.
Salah kaprah soal wirausaha itu menjadikan sebagian orang enggan untuk berwirausaha dan memilih untuk menjadi pegawai kantoran. Di mana mereka merasa nyaman dengan mengandalkan gaji bulanan.
Baca juga: Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Haris Supratno secara daring, di Seminar Kewirausahaan: Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022, Minggu (26/12).
"Wirausaha itu bermakna bahwa setiap aktivitas kita memiliki nilai tambah. Jadi bukan arti sempit yang hanya bernilai ekonomi saja, melainkan segala nilai tambah baik materi dan non materi itu bisa dikatakan wirausaha," jelasnya.
Artinya, lanjut dia, apa pun yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah merupakan wirausaha. Menurutnya, kebanyakan orang hanya mengartikan atau memandang wirausaha dalam artian yang sempit.
"Jika dalam pengartian sempit, wirausaha dimaknai sebagai sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi atau pun materi," ujarnya.