Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer

Muhajirin Senin, 27 Desember 2021 - 07:08 WIB
Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer
Simbol Dinasti Turki Utsmani (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Turki merupakan salah satu negara dengan sistem wakaf yang dapat dijadikan referensi. Berbagai literatur sejarah menyebutkan, masa keemasan pengembangan wakaf ada pada masa kekuasaan Turki Usmani.

Wakaf pada masa itu mampu membiayai militer hingga pendidikan. Tak hanya itu, banyak tanah di Turki yang berstatus sebagai tanah wakaf dan sangat prospek untuk menjadi lahan pertanian produktif.

Di negara tersebut, wakaf disebut sebagai vakvive yang berarti pelayanan publik untuk mensyiarkan kebaikan, cinta dan penghargaan untuk masyarakat. Wakaf properti dan wakaf tunai adalah jenis wakaf populer pada masa itu.Mulai abad ke-15 hingga ke-16 M, wakaf di Turki Usmani mampu meringankan beban belanja negara, terkhusus dalam pembangunan fasilitas pendidikan, infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Bahkan, pengelola wakaf mampu meningkatkan ekonomi makro hingga membuka ragam lapangan kerja. Hingga kini, jejak-jejak wakaf itu masih ada dan terus memiliki dampak manfaat bagi masyarakat Turki.

“Turki yang Sekarang ini jumlahnya ada 75 organisasi wakaf. Dulu ada 100 ribu lembaga wakaf di Turki, di Istanbul saja. Sekarang ini ada universitas yang dibiayai oleh wakaf. Ada lagi universitas yang dibiayai pemerintah dari wakaf,” kata Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, melalui kanal YouTube Gontor TV, dikutip Senin (27/12/2021).

Peneliti INSISTS, Hendri Shalahuddin, mengatakan, sistem wakaf di Turki merupakan warisan budaya Turki Utsmani. Melalui sistem itu, Turki Utsmani sukses mewujudkan pemerataan dan kemakmuran. Berbagai kebijakan para sultan membuat masyarakat mudah diajak berwakaf. Hasil pengelolaan aset-aset wakaf dinikmati banyak orang, termasuk kaum pelajar.

“Budaya wakaf itu memang sudah lama sekali, sejak awal didirikan. Karena pada dasarnya Ottoman itu negara yang operasionalnya berdasarkan wakaf,” kata Hendri, dikutip YouTube Gontor TV.

Iskandar dalam artikelnya “Implementasi Wakaf Uang pada Masa Kesultanan Utsmaniyah” (2020) menulis, sistem pengelolaan wakaf berkembang pesat pada masa itu. Para Sultan, baik di ibu kota maupun daerah, selalu berupaya memperluas ruang lingkup wakaf.

Entitas yang bisa diwakafkan bukan saja dalam bentuk harta tak bergerak, semisal tanah dan bangunan. Masyarakat bisa mewakafkan harta bergerak seperti perkakas pertanian, peralatan belajar-mengajar, atau uang tunai.

Pionir pengelolaan wakaf di Turki ialah Orhan Ghazi (1324-1326 M). Putra dari sang pendiri Dinasti Utsmaniyah Osman Ghazi itu mengikuti kebiasaan daulah-daulah Islamiyah sebelumnya yang mendukung perkembangan dunia perwakafan.

Di atas tanah wakaf, Orhan mendirikan lembaga pendidikan islam pertama dalam sejarah Utsmaniyah. Madrasah di Iznik itu difungsikan sebagai tempat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menuntut ilmu-ilmu agama. Hingga tutup usia, Orhan terus melestarikan wakaf di seluruh wilayah kekuasaannya.

Hasilnya, pada masa kepemimpinan Orhan nyaris tidak ditemukan kalangan mustahik zakat dari masyarakat Turki. Zakat pun mesti disalurkan ke luar negeri. Budaya wakaf itu terus dilestarikan hingga saat ini.

“Hingga saat ini, wakaf bisa membiayai militer. Sama-sama kita lihat, bahwa tradisi itu diteruskan oleh negara Turki Republik sekarang ini, meskipun kasusnya belum Islami betul, tetapi kalau kita lihat loncatan dari pemerintah sekarang ini kan mempelajari sejarah, kemudian apa yang membuat Ottoman itu kuat, dipertahankan,” tutur Hendri Shalahuddin.

Mengutip laman resmi Dompet Dhuafa, meski banyak mengalami perubahan, sistem wakaf di Turki terus berkembang dan pembenagan. Dalam batas-batas tertentu, pemerintah mengizinkan mutawalli untuk mengembangkan sumber daya wakaf yang diproyeksi dapat berdampak pada perkembangan skala ekonomi.

Saat ini, pemerintah Turki pun menyediakan Waqf Bank & Finance Corporation untuk mengumpulkan dan memobilisasi waka. Peran lembaga itu cukup besar, terutama saat bekerjasama dengan berbagai lembaga lainseperti Yvalik and Aydem Olive Oil Corporation, Tasedelen Healthy Water Corporation, Auqaf Guraba Hospital, Taksim Hotel, Turkish Bank, dan Ayden Textile Industry, dalam upaya mengembangkan wakaf produktif melalui strategi komersil atau profit.

Profit yang didapatkan dari investasi ini yang kemudian dialokasikan untuk keperluan sosial. Salah satu layanan sosial itu adalah layanan kesheatan yang terwujud dalam bentuk rumah sakit.

Rumah sakit itu adalah persembahan dari ibunda Sultan Abdul Mecit atau dikenal dengan Bezmi Alan Valid Sultan Guraki Muslim pada 1843. Rumah sakit itu Masih berdiri hingga sekarang dan menjadi salah satu rumah sakit modern di Istanbul.

Upaya Pelestarian Wakaf di Turki


Untuk melestarikan tradisi wakaf di Turki, berbagai upaya dilakukan. Salah satunya acara Charities Week (pekan wakaf) setiap tahun pada Desember. Tradisi ini digelar sejak 1833 itu diselenggarakan oleh Dirjen wakaf Turki.

Turki juga mempertahankan salah satu kelembagaan berbasis wakaf yang sudah ada sejak Turki Utsmani, yakni Imaret. Dalam sejarah, Imaret merupakan sarana utama pembangunan dan juga lembaga sosial untuk unit-unit pendidikan, asrama, sekolah, dan perpustakaan.

Hingga kini, ada 32 Imaret yang memberikan layanan kepada lebih dari 15 ribu orang setiap hari, termasuk bantuan kepada orang buta dan dhuafa. Beberapa bangunan wakaf juga digunakan untuk asrama mahasiswa yang tidak mampu sebanyak 50 asrama di 46 kota.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)