Suntikan Rp1,8 Miliar dan Strategi Baru Muhammadiyah Sulap Wakaf Jadi Aset Produktif
tim langit 7Kamis, 15 Januari 2026 - 10:17 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Optimalisasi wakaf produktif kini menjadi agenda utama Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Langkah strategis ini ditandai dengan serah terima dana wakaf sebesar Rp1,8 miliar dari Lazismu kepada MPW PP Muhammadiyah di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta, pada Selasa (13/1).
Penyaluran dana tersebut menandai pergeseran fokus lembaga yang sebelumnya bernama Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. Pada periode Muktamar 2022–2027, MPW berkomitmen mengelola aset wakaf agar lebih berdaya guna bagi masyarakat luas, baik di kawasan urban maupun pedesaan.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa paradigma pengelolaan wakaf saat ini telah bertransformasi dari sekadar urusan administrasi legal dan sertifikasi menuju pemanfaatan yang memberikan dampak ekonomi nyata.
“Karakter utama filantropi sejatinya berangkat dari wakaf. Oleh karena itu, dari dana Rp1,8 miliar ini, sebesar Rp800 juta dapat dimanfaatkan untuk pendayagunaan wakaf agar menjadi lebih produktif,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Salah satu implementasi konkret dari model wakaf produktif ini terlihat pada Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah di Rancamaya, Kota Bogor. Proyek ini merupakan hasil pengembangan Pesantren Kilat Al-Hikmah yang diwakafkan ke Muhammadiyah dengan mengintegrasikan pendidikan, sains, dan wawasan lingkungan.
Ketua MPW PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan nilai wakaf. Ia menyebutkan bahwa di bawah koordinasi Bendahara Umum, pihaknya akan mengemban amanah pengelolaan dana tersebut sesuai prinsip dasar wakaf.
“Di bawah koordinasi Bendahara Umum, MPW dipercaya untuk mengelola dana wakaf ini secara produktif. Wakaf memiliki keistimewaan karena harus dikelola secara abadi, berbeda dengan zakat yang bersifat habis kelola,” ujarnya.
Kegiatan serah terima ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais. Ia berharap kolaborasi antara Lazismu dan MPW terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem filantropi yang berkelanjutan.
“Karakter utama filantropi sejatinya berangkat dari wakaf. Oleh karena itu, dari dana Rp1,8 miliar ini, sebesar Rp800 juta dapat dimanfaatkan untuk pendayagunaan wakaf agar menjadi lebih produktif,” pungkas Hilman Latief kembali menekankan alokasi dana tersebut.