home home & garden

Baghdad di Era Daulah Abbasiyah, Role Model Pembangunan Ibu Kota Negara

Selasa, 28 Desember 2021 - 16:38 WIB
Model 3D Kota Baghdad di Era Daulah Abbasiyah (foto: reddit)
Baghdad merupakan kota legenda dalam sejarah peradaban Islam. Ibu Kota dari Daulah Abbasiyah ini tak sekadar dibangun berdasarkan pertimbangan pertahanan militer dan ketahanan pangan semata, namun segala aspek diperhitungkan seperti aspek sosial dan spiritual. Maka tak heran, jika Imam Abu Hanifah menjadi mandor utama dalam pembangunan kota tersebut.

Baghdad dibangun pada 145 H dan selesai pada 149 H. Hanya 4 tahun waktu pembangunan. Waktu yang sangat singkat untuk sebuah ibu kota peradaban. Kota ini digagas oleh Khalifah kedua Bani Abbasiyah yakni Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas atau lebih dikenal dengan Abu Ja’far Al-Mansur.

Al-Mansur mulai membangun Baghdad setelah stabilitas politik Bani Abbasiyah stabil. Tidak ada lagi perlawanan dari Bani Umayyah. Itu yang menyebabkan Baghdad dibangun pada 145 H atau 13 tahun setelah Bani Umayyah runtuh.

Pada awalnya, Baghdad bukan sebuah kota tapi hanya sebuah kawasan. Kawasan itu dihuni oleh penduduk lokal dari kalangan peternak dan petani. Namun Al-Mansur memilih kawasan itu karena memang memiliki segala aspek pendukung untuk sebuah kota peradaban.

“Para pendiri Kota Baghdad ingin selama mungkin bertahan, sehingga otomatis unsur-unsur pendukung untuk berkembang itu mereka pertimbangan sejak awal. Bukan hanya sekadar pertahanan, kalau hanya soal itu bisa ditanggulangi dengan benteng,” kata pakar sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, melalui kanal youtube Sirah Community Indonesia (SCI), Selasa (28/12/2021).

Pemilihan Lokasi Ibu Kota Negara

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ibukota daulah abbasiyah baghdad
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya