home masjid

Fiqih Janaiz

Hukum Menyhalatkan Jenazah Ahli Maksiat, Ini Kata Muhammadiyah

Rabu, 29 Desember 2021 - 09:46 WIB
Foto mobil ambulanceakan mengantarkan jenazah ke pemakaman. Foto: Langit7/iStock.
Mengurus jenazah merupakan hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Setiap Muslim yang meninggal mendapatkan empat hak yang wajib ditunaikan oleh Muslim di sekitarnya yang masih hidup.

Mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban komunal, jika ada yang mengurus, maka gugurlah kewajiban individu lain. Keempat kewajiban muslim terhadap jenazah ialah memandikan, mengafani, menyhalatkan, dan menguburkan.

Kewajiban tersebut wajib ditunaikan meskipun jenazah diketahui sebagai ahli maksiat. Umat Islam wajib menghormati dan menunaikan pengurusan jenazah sebagaimana mestinya.

Baca Juga:KH Zae Nandang: Berbuat Baik pada Tetangga Merupakan Bukti Iman

Dilansir Muhammadiyah.or.id, dalam Fatwa Tarjih yang terdapat di Tanya Jawab Agama jilid III, jenazah ahli maksiat mendapat hak-haknya selama tidak menentang atau menghalang-halangi dakwah Islam selama hidup. Tidak ada halangan untuk dituntun membaca kalimah thayyibah La ilaaha illallah, karena tuntunannnya dari Rasulullah Saw.

Bagi mereka yang secara KTP beragama Islam, tetapi dalam laku aktivitas sehari-harinya gemar melakukan maksiat dengan terang-terangan dan menghalang-halangi atau meremehkan Islam sehingga dapat digolongkan orang munafik, maka tidak perlu dishalatkan.

Baca Juga:Bagaimana Hukum dan Ketentuan Memandikan Jenazah?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya