Pergantian Tahun Kesempatan Rajut Ukhuwah, Hilangkan Narasi Pecah Belah
Fajar adhitya
Kamis, 30 Desember 2021 - 23:03 WIB
Media sosial acapkali menjadi sarana untuk menebarkan permusuhan melalui narasi pecah belah dan provokatif. Foto: Langit7/iStock.
Tidak lama lagi, kita akan bersama-sama menutup perjalanan tahun 2021 dan menyambut datangnya tahun 2022. Satu tahun perjalanan yang penuh dengan ujian, tantangan, dan pelajaran bagi kita semua sebagai sebuah bangsa
Pergantian tahun baru hendaknya menjadi momentum merajut kembali ukhuwah dan persatuan sebagai warga negara Indonesia. Perbedaan adalah keniscayaan yang mengajarkan agar sesama warga negara bisa saling menghormati.
“Mari kedepankan titik temu, silaturahim, dan perbanyak percakapan hangat antar anak negeri untuk kemajuan Indonesia,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu dalam Pidato Akhir Tahun 2021, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga:Majelis Ormas Islam Gelar Muhasabah Akhir Tahun 2021
Ia mengajak segenap elemen rakyat Indonesia menghilangkan budaya pecah belah, saling menuduh, dan menstigma sesama anak bangsa. Menurut dia, perbutanfitnah dan mengeluarkan narasi provokatif lainnya justru akan membuat bangsa semakin mundur dan tidak beradab.
“Mari sebagai hamba kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Jadikan momen akhir tahun 2021 ini sebagai saat yang tepat untuk kita bermuhasabah dan merefleksikan perjalanan kehidupan kita sebagai bagian dari warga negara,” katanya.
Baca Juga:Kiai Didin Hafidhuddin Dorong Ormas Islam Perkuat Kolaborasi
Pergantian tahun baru hendaknya menjadi momentum merajut kembali ukhuwah dan persatuan sebagai warga negara Indonesia. Perbedaan adalah keniscayaan yang mengajarkan agar sesama warga negara bisa saling menghormati.
“Mari kedepankan titik temu, silaturahim, dan perbanyak percakapan hangat antar anak negeri untuk kemajuan Indonesia,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu dalam Pidato Akhir Tahun 2021, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga:Majelis Ormas Islam Gelar Muhasabah Akhir Tahun 2021
Ia mengajak segenap elemen rakyat Indonesia menghilangkan budaya pecah belah, saling menuduh, dan menstigma sesama anak bangsa. Menurut dia, perbutanfitnah dan mengeluarkan narasi provokatif lainnya justru akan membuat bangsa semakin mundur dan tidak beradab.
“Mari sebagai hamba kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Jadikan momen akhir tahun 2021 ini sebagai saat yang tepat untuk kita bermuhasabah dan merefleksikan perjalanan kehidupan kita sebagai bagian dari warga negara,” katanya.
Baca Juga:Kiai Didin Hafidhuddin Dorong Ormas Islam Perkuat Kolaborasi