LANGIT7.ID, Jakarta - Pergantian tahun baru 2022 adalah momentum muhasabah organisasi masyarakat Islam untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan. KH Didin Hafidhuddin mengajak ormas Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) menguatkan kolaborasi di masa mendatang.
Menurut dia, gerakan dakwah di masa mendatang akan menghadapi tantangan dan masalah keumatan yang semakin pelik, baik dari sisi internal umat Islam maupun eksternal. Karenanya diperlukan kolaborasi dengan menyamakan sikap dan sudut pandang.
“Ormas Islam perlu menyatukan hati, pikiran, dan mudah-mudahan berdampak pada persatuan gerakan. Itulah tiga hal yang perlu terus menerus kita perkuat,” kata Kiai Didin dalam Muhasabah Akhir Tahun 2021 MOI secara virtual, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga: Ini yang Terjadi di Majelis Azzikra, setelah Kepergian Ustadz Arifin IlhamKiai Didin menjelaskan, persatuan gerakan tak akan tercapai tanpa adanya persatuan pikiran. Kesamaan sudut pandang sulit berjalan dengan konsisten tanpa adanya kesatuan hati.
Senada, Ketua Presidium MOI, KH Nazar Haris mengatakan banyak PR besar untuk ormas Islam di masa depan. Ormas Islam didorong cermat dalam menyikapi fenomena sosial, politik, dan keagamaan.
Baca Juga: Dewas BSI: Saat Islam Kuasai Ekonomi, Keberkahan Akan Datang“Banyak yang harus dapat sorotan dan perjuangan yang serius,” katanya.
Kiai Nazar mengingatkan, ada amanah besar yang dipikul ormas Islam saat ini dalam meneruksan perjuangan dakwah ulama, dai, dan para wali terdahulu. Dakwah mereka belum selesai dan tak boleh putus di generasi saat ini dan selanjutnya.
“Masih banyak masyarakat yang akidahnya luntur, Islam sekadar status. Saat seseorang menyatakan diri sebagai muslim maka kelanjutannya ialah akidahnya harus lurus, ibadahnya benar dan berakhlakul karimah,” tutur Kiai Nazar.
Baca Juga: KH Jeje Zaenudin: Tahun Baru Momentum Perbanyak Muhasabah(zhd)