Sejarah Majelis Tarjih, Think Tank Muhammadiyah Lahir karena Supermarket Ideologi
Muhajirin
Jum'at, 31 Desember 2021 - 13:41 WIB
Konferensi Pers Munas Tarjih Muhammadiyah ke XXXI akhir tahun 2020 (foto: muhammadiyah.or.id)
Tak bisa dipungkiri, Muhammadiyah menjadi salah satu ormas Islam yang banyak mewarnai kehidupan beragama masyarakat Indonesia. Sejak berdiri, persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu telah memulai proyek pembaruan melalui ijtihad dengan melakukan purifikasi dan modernisasi.
Purifikasi dilakukan Muhammadiyah dalam bidang akidah dan ibadah, sementara modernisasi diaplikasikan dalam urusan muamalah duniawiyah. Peran Muhammadiyah itu kian terlihat jelas saat Majelis Tarjih didirikan pada 1928.
Majelis Tarjih berdiri berdasarkan keputusan Kongres Muhammadiyah ke-16 di Pekalongan pada 1927. Dalam perjalanannya, Majelis Tarjih merasa perlu menyiapkan regenerasi ulama Tarjih. Mereka diharapkan bisa melanjutkan tongkat estafet aktivitas tarjih yang menjadi corak Muhammadiyah.
Corak Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi modern yang mengedepankan pemikiran agama yang segar, adaptif, dan menjawab tantangan umat namun tetap mengakar pada sumber-sumber Al-Qur'an dan Hadits.
Dari gagasan itu, pada 10 April 1968 dibuka Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Yogyakarta. Institusi pendidikan itu diharapkan bisa menghadirkan banyak ulama tarjih yang siap kembali ke Persyarikatan Muhammadiyah di berbagai lapisan pimpinan, mulai pusat hingga ranting.
Baca Juga: Ki Bagus Hadikusumo: Ulama Muhammadiyah Perumus Pembukaan UUD 1945
Purifikasi dilakukan Muhammadiyah dalam bidang akidah dan ibadah, sementara modernisasi diaplikasikan dalam urusan muamalah duniawiyah. Peran Muhammadiyah itu kian terlihat jelas saat Majelis Tarjih didirikan pada 1928.
Majelis Tarjih berdiri berdasarkan keputusan Kongres Muhammadiyah ke-16 di Pekalongan pada 1927. Dalam perjalanannya, Majelis Tarjih merasa perlu menyiapkan regenerasi ulama Tarjih. Mereka diharapkan bisa melanjutkan tongkat estafet aktivitas tarjih yang menjadi corak Muhammadiyah.
Corak Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi modern yang mengedepankan pemikiran agama yang segar, adaptif, dan menjawab tantangan umat namun tetap mengakar pada sumber-sumber Al-Qur'an dan Hadits.
Dari gagasan itu, pada 10 April 1968 dibuka Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Yogyakarta. Institusi pendidikan itu diharapkan bisa menghadirkan banyak ulama tarjih yang siap kembali ke Persyarikatan Muhammadiyah di berbagai lapisan pimpinan, mulai pusat hingga ranting.
Baca Juga: Ki Bagus Hadikusumo: Ulama Muhammadiyah Perumus Pembukaan UUD 1945