Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Maju Tidak Berarti Tanpa Moral dan Akhlak
Muhajirin
Sabtu, 01 Januari 2022 - 12:41 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq A. Mughni, menilai moral dan akhlak memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.
Umat Islam memiliki perkembangan pesat di muka dibandingkan agama-agama lain. Namun, perkembangan kuantitas umat Islam sejalan dengan peningkatan moral dan akhlak. Itu yang menjadi salah satu faktor umat Islam mengalami kemunduran.
Kemunduran itu menyebabkan umat Islam sering mengalami diskriminasi di berbagai belahan dunia. Dia mencontohkan persoalan yang menimpa muslim Myanmar, tekanan kaum ekstrimis pada muslim di Asia Selatan, hingga islamophobia di negara Barat.
Syafiq lalu mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas moral dan akhlak serta solidaritas. Itu bisa menghilangkan kezaliman dan diskriminasi pada umat Islam, terkhusus mereka menjadi minoritas.
"Kondisi umat Islam akan berkualitas jika mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun faktor akhlak-lah yang berperan penting. Jika akhlak suatu kaum merosot, maka merosotlah juga bangsa itu, meskipun telah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik," kata Syafiq dalam acara MUI bertema 'Muhasabah dan Istighosah Kubro Akhir tahun 2021', Jumat malam (31/12/2021).
Baca Juga: Pendidikan Hanya Jadi Jembatan untuk Mencari Uang, Ini Kata Kiai Profesor dari Gontor
Umat Islam memiliki perkembangan pesat di muka dibandingkan agama-agama lain. Namun, perkembangan kuantitas umat Islam sejalan dengan peningkatan moral dan akhlak. Itu yang menjadi salah satu faktor umat Islam mengalami kemunduran.
Kemunduran itu menyebabkan umat Islam sering mengalami diskriminasi di berbagai belahan dunia. Dia mencontohkan persoalan yang menimpa muslim Myanmar, tekanan kaum ekstrimis pada muslim di Asia Selatan, hingga islamophobia di negara Barat.
Syafiq lalu mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas moral dan akhlak serta solidaritas. Itu bisa menghilangkan kezaliman dan diskriminasi pada umat Islam, terkhusus mereka menjadi minoritas.
"Kondisi umat Islam akan berkualitas jika mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun faktor akhlak-lah yang berperan penting. Jika akhlak suatu kaum merosot, maka merosotlah juga bangsa itu, meskipun telah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik," kata Syafiq dalam acara MUI bertema 'Muhasabah dan Istighosah Kubro Akhir tahun 2021', Jumat malam (31/12/2021).
Baca Juga: Pendidikan Hanya Jadi Jembatan untuk Mencari Uang, Ini Kata Kiai Profesor dari Gontor