home global news

Sejarah Eijkman, Lembaga Riset Biologi Molekuler yang Kini Dilebur ke BRIN

Senin, 03 Januari 2022 - 10:07 WIB
Ilustrasi (foto: indonesia.go.id)
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang telah berdiri ratusan tahun baru saja dilebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumya, LBM Eijkman berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Lembaga riset yang sudah diakui secara internasional itu pertama kali didirikan pada 1888. Lembaga itu didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Central Geneeskundig Laboratorium atau Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat di area Rumah Sakit Militer Hindia-Belanda, kini menjadi RS Gatot Subroto di Jakarta Pusat.

Pada 1938, nama Eijkman digunakan untuk mengganti Geneeskundig Laboratorium. Nama itu diambil dari dokter sekaligus peneliti Belanda, Christiaan Eijkman. ia adalah penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran pada 1929 atas konsep penemua vitamin, saat meneliti penyakit beri-beri di Batavia.

Dikutip dari buku 'Eksperimen Keji Kedokteran penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman dan Vaksin Maut Romusha 1944-1945' yang ditulis J. Kevi Baird & Sankot Marzuki, Eijkman menjadi direktur pertama lembaga tersebut.

Baca Juga: Epidemiolog Laura Navika Yamani, Muslimah Cemerlang yang Selaraskan Sains dan Wahyu Ilahi



Lembaga ini merupakan aset langka yang signifikan di bidang kedokteran tropis yang kala itu berkembang pesat. Ada banyak sumbangsih lembaga ini seperti penemuan penyebab penyakit, pengobatan, pencegahan penyakit beri-beri, hingga vitamin B1.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kesehatan riset brin eijkman
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya