Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita
Profil Ilmuwan Muslim

Epidemiolog Laura Navika Yamani, Muslimah Cemerlang yang Selaraskan Sains dan Wahyu Ilahi

Muhajirin Senin, 27 Desember 2021 - 13:15 WIB
Epidemiolog Laura Navika Yamani, Muslimah Cemerlang yang Selaraskan Sains dan Wahyu Ilahi
Epidemiolog Laura Navika Yamani, Ph.D (Dok Pribadi)
LANGIT7.ID, Surabaya - Inti dari Islam adalah ilmu. Dan solusi setiap masalah dalam kehidupan manusia sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Tugas manusia mengeksplorasinya agar bisa bermanfaat di tengah masyarakat. Prinsip itu menjadi bagian dari perjalanan intelektual Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani.

Selama pandemi Covid-19, Laura memiliki peran sentral. Selain sering muncul di media maupun layar kaca, ia banyak melakukan riset terkait virus covid-19. Sosoknya sebagai seorang muslimah yang ilmunya dibutuhkan publik, begitu inspiratif. Sebab ia tak sekadar meneliti, namun juga membaca tanda kekuasaan Allah dalam virus corona.

Wanita kelahiran 1 Agustus 1986 itu tumbuh di kawasan Ampel dan Kebraon, Surabaya, Jawa Timur. Di sana, anak dari pasangan Yazid Yamani dan Noor Lia Diana itu diajarkan nilai-nilai Islam dalam tradisi Muhammadiyah.

SD Muhammadiyah 22 Surabaya pada 1992-1998 menjadi pelabuhan pertama. Lalu berlanjut di SMP Negeri 16 Surabaya. Minat Laura pada ilmu pengetahuan alam sudah terlihat saat memasuki usia Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia mengambil jurusan IPA di SMU Negeri 1 Surabaya dan lulus pada 2004.

Baca Juga: Muslimah Guru Besar UGM Ini Jadi 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Petualangan intelektual Laura terus berlanjut dengan mengambil kuliah di jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair pada pada 2004. Pada 2009, ia lalu melanjutkan pendidikan strata 2 (S2) jurusan Biokimia di fakultas yang sama.

2012 hingga 2016 menjadi momen Penting bagi Laura. Ia berkesempatan mengenyam ilmu pengetahuan di Kobe University Graduate School of Medicine, Kobe, Japan. Di kampus itu, dia memperdalam ilmu epidemiologi dengan mengambil jurusan Infectious disease of pathology (Division of Molecular Medicine and medical Genetics).

Sebelum berangkat ke Jepang, Laura sudah tercatat sebagai sebagai peneliti di Lembaga Penyakit Tropis, Unair pada 2011 hingga sekarang.

Dua tahun usai menyelesaikan studi di Jepang, ia didapuk menjadi Koordinator Staf Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAIR hingga 2020. Lalu, pada 2020 ia didapuk menjadi Manager of Human Resources di Lembaga Penyakit Tropis (Kabid SDM Unair) dan menjadi Reviewer Journal.

Intelektual Muslimah yang Cemerlang


Saat Covid-19 mewabah di Tanah Air pada 2020 lalum, Laura aktif memberikan pandangan terkait virus yang mudah menyebar tersebut. Selama pandemi corona, ia melakukan penelitian Covid-19 tentang seroepidemiologi Covid-19, dan penelitian tentang serosurvey terkait penyakit infeksi lainnya seperti dengue, HIV dan lain-lain.

“Selain itu menulis artikel, review dan buku tentang Penyakit Covid-19 dan Vaksin. Dan juga menjadi narasumber di beberapa webinar, radio dan TV terkait tentang Covid-19,” kata Laura kepada LANGIT7.ID, Senin (27/12/2021).

Baca Juga: Pak Ahmad Utomo, Ilmuwan Muslim Pakar Biologi Molekuler Cerahkan Publik di Awal Pandemi

Laura kini jadi rujukan berbagai kalangan. Jika dilihat dari rekam jejaknya, hal itu tidaklah mengherankan sebab ia selalu konsisten berprestasi. Ia merupakan lulusan terbaik S1 dan S2 Fakultas Sains dan Teknologi, UNAIR, Agustus 2008 dan September 2011.

Menjadi lulusan terbaik tentu membawa berkah. Ia menerima beasiswa Monbukagakusho, pemerintah Jepang untuk program Ph.D. lalu pada 31 Oktober 2015, ia menerima penghargaan Young Investigator Award of Kobe University, 31 October 2015.
Epidemiolog Laura Navika Yamani, Muslimah Cemerlang yang Selaraskan Sains dan Wahyu Ilahi

Prestasi Laura tak sampai di situ, ia menjadi peneliti Terbaik UNAIR pada 10 November 2015. Kemudian, the third best oral presentation in international conference GSEID in Faculty of Medicine, Airlangga University pada 8-9 August 2016.

Dia juga menyabet Travel Bursary Award of the 15th Awaji International Forum on Infection and Immunity (AIFII 15) pada 6-9 September 2016. Pada 10 November 2020, ia menerima penghargaan Peneliti Aktif UNAIR Bidang Life Sciences. Pada tahun yang sama, ia juga penghargaan untuk Artikel Berkualitas dari RistekBRIN.

Dalam hal publikasi, Laura telah menerbitkan 26 jurnal ilmiah,. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Tak Hanya itu, ia telah menulis buku terkait ilmu epidemiologi yakni Menjaga Nalar, Mencari Jalan Keluar (2020) yang diterbitkan Universitas Airlangga, Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi (2020) terbitan INDEF, dan Vaksin Covid-19 dan Arah pemulihan Ekonomi Indonesia (2020) terbitan BSCenter.

Selama pandemi corona ini, ia terlibat dalam tim Surveilans Covid-19 Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAIR. Lalu menjadi koordinator Relawan Mahasiswa Unair untuk Kegiatan Kontak Tracing Covid-19 kerjasama Geliat (Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat) UNAIR, FKM Unair, UNICEF, dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Laura juga menjadi Dewan Pakar BS Center terkait Covid-19. Lalu mendapatkan Hibah Penelitian internal Unair 2020: Deteksi dan Prevalensi SARS-COV-2 dan Tingkat imunitas Covid-19 pada Kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan menggunakan Metode Rapid Test dan RT. Dia juga mendapatkan hibah penelitian tentang efektivitas vaksin Covid-19.

Selaraskan Sains dengan Ayat Ilahi dan Sabda Nabi


Laura menjadi sosok muslimah yang mampu menyelaraskan penemuan sains dengan nilai-nilai Islam. Ia berusaha mengurai setiap masalah kehidupan manusia dari perspektif ajaran Islam disertai penemuan sains modern.

Seperti masalah Covid-19. Ia berpandangan, corona merupakan ujian dari Allah Ta’ala. Tentu ujian tersebut mengandung hikmah yang sangat luar biasa. Meski diliputi rasa khawatir, namun corona membawa segudang pembelajaran dan pengalaman.

Bagi Laura, corona tak hanya disikapi sebagai musibah untuk umat manusia, tetapi ini bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya. Corona bentuk peringatan tentang ke-Maha Kekuasaan-Nya. Makhluk sangat kecil bernama virus mampu merepotkan kehidupan manusia, bahkan melumpuhkan pemerintahan hingga perekonomian dunia.

“Tetapi di balik ujian pandemi, kita sebagai umat manusia dituntut untuk melakukan adaptasi bagaimana kehidupan tetap berjalan dengan keterbatasan-keterbatasan interaksi sehingga hikmah dibalik ini semua mau tidak mau kita juga harus diminta berfikir dan berinovasi,” tutur Laura.

Baca Juga: Hamid Fahmi Zarkasyi: Cintai Allah, Obat Mujarab Hadapi Pandemi

Bagi Laura, Islam memiliki ajaran yang sangat lengkap. Agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu telah mengajarkan upaya pengendalian wabah. Saat menjadi ahli epidemiologi, ia mengakui langkah-langkah preventif maupun kuratif yang ada saat ini merupakan derivasi dari hadits Nabi Muhammad SAW.

“Misalnya tentang pentingnya menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, berpikir positif bahkan sistem karantina dalam menghadapi suatu wabah. Termasuk cara makan makanan yang thoyyib (baik) dan halal,” kata Laura.

Justru setelah berada dan mengkaji keilmuan tersebut, Laura merasakan kebenaran melalui hadits-hadits nabi. Dia mencontohkan, larangan Islam memakan makanan kelelawar, ular, dan hewan buas/liar lainnya menyimpan hikmah yang luar biasa.

“Karena ternyata dalam keilmuan saya menjadi sumber penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis),” tuturnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)