LANGIT7.ID, Yogyakarta - Majalah TIME baru-baru ini merilis kembali 100 tokoh paling berpengaruh di dunia pada tahun 2021. Di antara 100 orang itu, ada satu orang muslimah. Ia adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Prof dr. Adi Utarini, MSc., MPH, Ph.D.
Muslimah yang akrab disapa Prof. Uut ini masuk kategori pionir karena memimpin penelitian teknologi Wolbachia untuk pengendalian demam berdarah (dengue) di Yogyakarta bersama World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta.
“Ini merupakan berkah dari Allah SWT bagi tim penelitian kami di World Mosquito Program Yogyakarta. Ini adalah apresiasi bagi peneliti-peneliti dan seluruh tim yang telah terlibat dalam penelitian, juga mitra kami yaitu Monash University, World Mosquito Program Global, dan Yayasan Tahija sebagai lembaga filantropi yang mendukung penuh penelitian ini. Serta apresiasi bagi masyarakat Yogyakarta yang telah sangat terbuka dengan inovasi, dan pemerintah daerah Yogyakarta yang mendukung penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat lebih luas, untuk mengurangi beban masyarakat karena dengue,” kata Prof. Uut, melansir laman resmi UGM, Senin (27/9/2021).
Baca Juga: Pak Ahmad Utomo, Ilmuwan Muslim Pakar Biologi Molekuler Cerahkan Publik di Awal PandemiPenelitian dan pengembangan teknologi Wolbachia yang telah dimulai sejak tahun 2011 itu, efektif menurunkan 77% kasus dengue, dan menurunkan 86% kasus dengue yang dirawat di rumah sakit.
Wolbachia sendiri merupakan bakteri alami yang terdapat pada 60% serangga, dan hanya hidup di dalam serangga. Wolbachia dalam Aedes aegypti bekerja dengan menghambat perkembangan virus dengue di dalam tubuh nyamuk sehingga saat nyamuk menggigit manusia, tidak terjadi transmisi virus dengue.
Prof Uut berharap selanjutnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dapat mulai mengadopsi teknologi Wolbachia ini sebagai salah satu strategi nasional dalam pengendalian berdarah dan berharap penelitian WMP Yogyakarta ini dapat menginspirasi para peneliti di Indonesia untuk semakin giat melakukan penelitian yang dapat menjawab tantangan bangsa dan dunia.
Baca Juga: Dr Hayat Sindi, Muslimah Pendobrak Teknologi Kesehatan Dunia(jqf)