Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Pak Ahmad Utomo, Ilmuwan Muslim Pakar Biologi Molekuler Cerahkan Publik di Awal Pandemi

Muhajirin Senin, 27 September 2021 - 12:35 WIB
Pak Ahmad Utomo, Ilmuwan Muslim Pakar Biologi Molekuler Cerahkan Publik di Awal Pandemi
Pakar Biologi Molekuler, Rusydan Ahmad Handoyo Utomo, Ph.D (foto: yarsi.ac.id)
LANGIT7.ID - Covid-19 adalah varian virus baru yang sebelumnya belum pernah ada. Awalnya, gejala dan dampaknya membuat masyarakat kebingungan. Butuh waktu yang cukup lama untuk masyarakat bisa mengenali virus ini dan kemudian bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi. Dalam posisi kebingungan masyarakat di awal pandemi, hadir banyak pakar dan ilmuwan yang memberi pencerahan. Salah satunya adalah ilmuwan muslim pakar biologi molekuler Rusydan Ahmad Handoyo Utomo, Ph.D atau akrab disapa Pak Ahmad Utomo.

Melalui akun twitter dan youtube-nya, Pak Ahmad Utomo banyak memberi pencerahan dan menjawab pertanyaan masyarakat seputar covid-19. Tak jarang, ia diundang beberapa media dan stasiun televisi untuk menjelaskan virus yang pertama muncul di Wuhan Cina ini. Keislamannya yang kokoh serta kepakarannya yang mendalam seputar covid-19, membuat umat Islam secara khusus bisa tercerahkan oleh paparan Pak Ahmad Utomo, sehingga tidak mudah tergiring hoaks mengatasnamakan agama.



Di awal munculnya Pak Ahmad Utomo ke publik, beliau adalah peneliti lepas yang tidak terikat dengan institusi tertentu. Ia telah menghabiskan separuh usia remajanya di negeri Paman Sam. Ia berhasil mencetak segudang prestasi di negara tersebut.

Baca Juga: Muslimah Penemu Rapid Test COVID-19: Sains dan Islam Sejalan

Ahmad tinggal di Amerika selama 17 tahun yakni 1 tahun SMA, 4 tahun S1, 8 tahun S3, dan 4 tahun postdoctoral fellowship. Di negeri itu, ia banyak belajar mengenai keragaman umat Islam, problematika dan dinamikanya.

Dia mampu bertahan di tengah remaja-remaja Amerika yang tak mengenal agama dan kehidupan bebas menjadi ciri khas mereka. Justru kehidupan demikian membuat ia semakin kokoh memegang kepercayaan dan agamanya, yakni Islam.

Jejak Pendidikan Ahmad Utomo

Salah satu prestasi gemilang Ahmad Utomo ialah berhasil meraih gelar doktor saat umurnya belum genap 30 tahun. “Doktor usia muda bukan hal aneh di pendidikan tinggi Amerika, karena gelar doktor bukan puncak capaian akademik. Gelar doktor baru sebatas ijazah bahwa ia telah menjalani program pendidikan,” kata Pria kelahiran 1973 itu, dikutip dari laman umma.id, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Sahin dan Türeci, Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid-19

Bagi Pak Ahmad, gelar doktor hanya alat agar seseorang mampu berpikir secara independen dan mampu menghasilkan ilmu baru dengan melakukan aktivitas penelitian. Keberhasilan akademik akan diukur 10-20 tahun setelah meraih gelar doktor.

Dia bersyukur lahir di keluarga yang menghargai prestasi hingga dipertemukan dengan guru-guru sekolah yang terus memotivasi. Salah satu moto yang selalu ia pegang adalah ‘otak boleh Jerman, tapi hati tetap Mekah’.

“Guru biologi saya pun sangat taat dalam ibadah dan sering bercerita tentang kemajuan sains terutama bidang biologi molekuler,” kata Ahmad. Ia mengaku sejak awal ia ingin fokus menjadi dokter, karena termotivasi ingin membantu orang.

Meski sains menarik baginya, namun kehidupan masa remaja Ahmad di Indonesia belum terpapar kehidupan saintis. Saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas di Amerika, ia sempat terpilih masuk program pergantian belajar ke Indonesia. sampai akhirnya ia mendapatkan ijazah di negeri Paman Sam itu.

Saat lulus SMA, ia berniat masuk fakultas kedokteran UNDIP dan UI, namun gagal. Ia pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.

Rupanya jalan hidup Ahmad sudah ditakdirkan di Amerika. Saat menempuh pendidikan S1, ia bisa magang di MD Anderson Cancer Center, kota Houston negara bagian Texas, USA. Dia mendapat tugas meneliti mekanisme genetik penyebab kanker.

Dari situ ia belajar bahwa memahami sains dan melakukan eksperimen tidak kalah penting dengan mengobati penyakit. Dengan penelitian seseorang bisa menemukan inovasi untuk mengendalikan bahkan mencegah kanker sebelum terjadi.

Paparan magang tersebut ia gunakan untuk melamar S3. Perjalanan Pak Ahmad memang unik. Dari S1 langsung ke S3. Alasannya pun tergolong unik, karena di Amerika tidak ada beasiswa untuk S2 Biologi Molekuler namun banyak kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S3. Ia melanjutkan S3 di University of Texas lalu dilanjutkan post-doktoral di Harvard Medical School hingga tahun 2007.

Selepas kuliah, berkiprah dari satu laboratorium ke laboratorium lain dari Amerika Serikat, Inggris hingga Indonesia. Hari ini, Pak Ahmad Utomo mendapat kepercayaan untuk mengajar bidang keilmuan yang ia kuasai di Universitas Yarsi Jakarta.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)