Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home sosok muslim detail berita

Muslimah Penemu Rapid Test COVID-19: Sains dan Islam Sejalan

Muhajirin Senin, 28 Juni 2021 - 17:56 WIB
Muslimah Penemu Rapid Test COVID-19: Sains dan Islam Sejalan
Prof Jackie Ying di laboratorium penelitiannya bersama para asisten penelitinya (sumber mvslim.com)
LANGIT7.ID - Rapid test sudah menjadi alat yang sudah umum digunakan untuk deteksi dini virus Covid-19 pada seseorang. Namun, tahukah kita siapa penemu alat pengujian tercepat atau rapid test tersebut?.

Rapid test ditemukan seorang muslimah bernama Profesor Jackie Ying, yang mengepalai Lab NanoBio di Agency for Science, Technology and Research (A*Star). Wanita kelahiran 1966 itu merupakan peneliti ahli nanoteknologi, khususnya di bidang kesehatan.

Dikutip dari Straitstimes, Profesor Jackie Yi-Ru Ying, adalah Direktur Eksekutif Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN). Dia telah dinobatkan sebagai penemu ilmiah di National Academy of Inventors (NAI), Inggris, karena telah menunjukkan semangat dalam berinovasi untuk menciptakan atau memfasilitasi penemuan baru yang luar biasa serta memberikan kontribusi kepada masyarakat luas.

Prof Jackie Yi-Ru Ying dalam dunia akademis dikenal dengan nama Jackie Ying, merupakan seorang ilmuwan yang lahir di Taipei, Taiwan. Kemudian hijrah di Singapura pada saat usia 7 tahun bersama keluarganya dan telah resmi berkewarganegaraan Singapura.

Jackie Ying telah menerbitkan 320 Jurnal Internasional, menjadi presenter dalam 370 konferensi internasional, dan memiliki lebih dari 140 hak paten. Ia tidak hanya menguasai teks dalam bidangnya, akan tetapi mampu menafsirkan kondisi dan kebutuhan era teknologi.

Dengan penemuan nanoteknologinya, Jackie Ying dipandang memiliki kapasitas akademik yang luar biasa di hadapan para akademisi dan ilmuan kelas dunia.

Jackie Ying dan Islam

Jackie Ying pindah ke Singapura pada saat usia 7 tahun bersama keluarganya dan telah resmi berkewarganegaraan Singapura.

Sebagai seorang mualaf, Profesor Ying punya pandangan yang cukup menarik. "Jika kamu benar-benar ingin mempelajari ilmu pengetahuan, maka kamu harus percaya pada Penciptanya," katanya, melansir abaoutislam.net.

Ia menghabiskan masa kecil dan remaja di Singapura. Sebuah negara yang membawanya bertemu dengan cahaya Islam. Dia masuk Raffles Girls' School yang merupakan sekolah unggulan.

Dia mengenal berbagai macam latar belakang etnis dan agama setelah masuk di sekolah menengah pertama. Ia mengaku penasaran dengan agama yang dianut oleh siswa lain.

"Saya selalu ingin tahu tentang tujuan dan makna hidup. Dan dalam agama, kami menemukan banyak jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini," katanya.

Dari rasa penasaran itu, dia belajar banyak tentang agama, termasuk agama Islam. Kendati begitu, ia memutuskan bersyahadat saat berusia 30 tahun. Dia mengaku memiliki banyak alasan memilih Islam sebagai jalan hidup.

Iman, Islam dan Sains Selaras

Dia menyebut Islam mewajibkan penganutnya untuk mencari pengetahuan, hal yang sangat ia sukai. Dengan ilmu pengetahuan, seorang muslim bisa berguna di tengah masyarakat.

"Setiap kali mempelajari ilmu pengetahuan, saya selalu merujuk kepada keberadaan Allah SWT. Jadi, saya tidak berpikir bahwa keduanya (agama dan sains) bertentangan satu dengan yang lain," kata Jackie Ying.

Menjadi seorang ilmuwan yang berkomitmen membantu masyarakat, Profesor Ying melihat kebenaran bahwa Allah SWT, Sang Pencipta, ada di balik hal-hal yang ia pelajari. Jackie Ying menilai Islam memiliki konsep yang mudah dan sederhana.

Dia yakin bahwa orang akan terkejut ketika mempelajari Al-Qur'an, karena kitab suci itu memiliki pengetahuan yang sangat luar biasa.

"Ketika saya pertama kali membuka Al-Qur'an, jelas bagi saya bahwa ini adalah buku yang sangat, sangat istimewa dan luar biasa," kata Jackie Ying.

Sebagai seorang muslimah, Jackie Ying sangat aktif berdakwah di Singapura. Dia adalah contoh indah tentang bagaimana seorang muslim berkontribusi terhadap penelitian dan sains tanpa melupakan Allah SWT sebagai penciptanya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)