LANGIT7.ID, Jakarta - Cinta kepada Allah SWT merupakan obat paling mujarab dari segala penyakit, termasuk saat menghadapi balada pandemi
Covid-19. Dalam Surah Ar Ra'd Ayat 28 disebutkan, dzikir bakal mendatangkan ketenangan.
Hal sedemikian itu disampaikan langsung Rektor
Universitas Darussalam Gontor Prof Dr
Hamid Fahmi Zarkasy. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tiga tips menghadapi krisis kesehatan yang disampaikan Ibnu Sina.
Ibnu Sina mengatakan, kepanikan adalah sebagian dari penyakit sedangkan ketenangan separuh dari obat. Sedangkan kesabaran merupakan awal dari kesembuhan.
"Orang yang bahagia itu adalah orang yang dekat dengan Allah," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.
Upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT memiliki dua kata kunci, yakni berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri sendiri dan berlindung dari keburukan amal. Di dalam diri manusia ada setan yang selalu mengembuskan rasa was-was agar jauh dari Allah. Maka perlu perlindungan dari Dzat yang Maha Kuasa agar hati selalu tenang mengingat-Nya.
"Lalu kita juga berlindung kepada Allah atas amal yang kita kerjakan karena keburukan amal itu akan mendatangkan keburukan yang lain," ucapnya.
Jadi, kata dia, orang yang mendapat petunjuk dari Allah adalah mereka yang mengerjakan kebaikan secara terus-menerus. Setelah usai dari satu kebaikan dia langsung beralih mengerjakan kebaikan yang lain. Demikian seterusnya.
Hal sebaliknya terjadi bagi orang yang tidak mendapatkan petunjuk. Orang tersebut terus melakukan kejahatan terhadap diri sendiri dan orang lain. Tak sampai di situ, kata dia, orang tersebut tidak mendapatkan petunjuk untuk melakukan kebaikan tapi justru terdorong untuk terus melakukan keburukan.
"Bagaimana supaya diri kita ini tetap pada tempatnya, supaya tetap pada petunjuk ketakwaan kepada Allah? Di situlah kita harus kembali lagi mencari jawaban dari
Al-Qur’an. Jawabannya adalah berdzikir kepada Allah," tuturnya.
Mengingat Allah adalah ciri orang beriman. Keimanan paling tinggi adalah rasa cinta, yakni mencitai Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana orang yang saling mencintai pasti selalu mengingat kekasihnya. Jalan mudah mengingat Allah adalah berdzikir.
Berdzikir juga termasuk jalan untuk mendekat kepada Allah. Berdzikir pula yang mendatangkan ketenangan dalam jiwa seseorang. Itu yang dimaksud dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28.
"
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Kata-kata mengingat bukan hanya sekedar ingat Allah itu ada, tapi mengingat merupakan satu kesadaran Dia ada dan Dia melihat hamba-Nya. Orang beriman kepada Allah dipasikan dekat dengan-Nya.
"Nah, orang yang sudah sangat dekat dengan Allah, dia baru mau minta saja Dia sudah tahu. Di sinilah kedekatan kita kepada Allah harus kita ukur, supaya jangan sampai kita jauh dari Allah, doa kita tidak didengar, amal kita tidak naik ke atas. Dalam situasi yang tidak menentu seperti ini, tidak perlu kita cemas dan galau, karena semua itu Allah yang menentukan," ucapnya.
(asf)