Cabai Rawit dan Telur Ayam Picu Inflasi Desember Tertinggi 2 Tahun Terakhir
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 03 Januari 2022 - 14:13 WIB
Ilustrasi cabai rawit. Foto: Langit7.id/iStock
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kenaikan harga cabai rawit mendorong inflasi pada Desember 2021 sebesar 0,57 persen (mtm). Hal tersebut pun tercatat sebagai inflasi tertinggi sepanjang dua tahun terakhir.
Tak hanya itu, Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan, inflasi pada Desember 2021 yang secara tahun ke tahun atau year on year (yoy) sebesar 1,87 persentersebut pun menjadi yangtertinggi sejak Juli 2020.Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit memiliki andil sebesar 0,11 persen terhadap kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang menjadi pemicu terjadi inflasi pada Desember.
Baca Juga:BPS Sebut Kunjungan Wisman Turun 6% di Bulan Agustus 2021
"Kalau secara month to month (mtm) inflasi pada Desember ini tercatat sebagai inflasi tertinggi sepanjang dua tahun terakhir,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil mencapai 0,41 persen terhadap inflasi Desember sebesar 0,57 persen. Selain cabai rawit, komoditas yang turut memicu kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memiliki andil besar terhadap inflasi Desember adalah minyak goreng dengan andil 0,08 persen dan telur ayam ras 0,05 persen.
Baca Juga:Harga Cabai Merah Anjlok, Anggota DPR Sentil Pemerintah
Kelompok pengeluaran transportasi juga menjadi pemicu inflasi 0,57 persen pada Desember dengan andilnya sebesar 0,07 persen. "Kelompok transportasi memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,07 persen karena adanya kenaikan tarif angkutan udara dengan andil sebesar 0,06 persen," ujarnya.
Tak hanya itu, Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan, inflasi pada Desember 2021 yang secara tahun ke tahun atau year on year (yoy) sebesar 1,87 persentersebut pun menjadi yangtertinggi sejak Juli 2020.Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit memiliki andil sebesar 0,11 persen terhadap kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang menjadi pemicu terjadi inflasi pada Desember.
Baca Juga:BPS Sebut Kunjungan Wisman Turun 6% di Bulan Agustus 2021
"Kalau secara month to month (mtm) inflasi pada Desember ini tercatat sebagai inflasi tertinggi sepanjang dua tahun terakhir,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil mencapai 0,41 persen terhadap inflasi Desember sebesar 0,57 persen. Selain cabai rawit, komoditas yang turut memicu kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memiliki andil besar terhadap inflasi Desember adalah minyak goreng dengan andil 0,08 persen dan telur ayam ras 0,05 persen.
Baca Juga:Harga Cabai Merah Anjlok, Anggota DPR Sentil Pemerintah
Kelompok pengeluaran transportasi juga menjadi pemicu inflasi 0,57 persen pada Desember dengan andilnya sebesar 0,07 persen. "Kelompok transportasi memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,07 persen karena adanya kenaikan tarif angkutan udara dengan andil sebesar 0,06 persen," ujarnya.