LANGIT7.ID, Kab. Hulu Sungai Selatan - Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mendapat keluhan perihal anjloknya harga cabai merah di tingkat petani. Hal itu disampaikannya saat reses di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Jumat (22/10).
Atas hal tersebut, Politisi Fraksi PKS ini menilai persoalan harga cabai disebabkan oleh rantai perdagangan atau tata niaga yang panjang. Untuk itu, ia meminta pemerintah memperhatikan, dan memperbaiki tata niaga cabai yang ada di Indonesia.
"Harga di tingkat konsumen terakhir atau pasar jauh lebih mahal dibandingkan dari petani, penyebabnya alur distribusinya yang panjang yang dikarenakan dari petani tidak langsung ke pasar, tetapi dikuasai dahulu oleh pengepul. Distributor bahkan spekulan pun ikut bermain," kata Aboe Bakar seperti dikutip dari laman dpr.go.id.
Baca juga:
Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, Sektor Energi Belum MenggembirakanMenurutnya, biaya penanaman dan perawatan cabai saat ini cukup tinggi. Dengan harga Rp18.000 di tingkat petani tentunya tidak berimbang dengan biaya produksinya.
"Pemerintah perlu memperhatikan situasi ini. Harus ada strategi agar harga cabai bisa menguntungkan untuk para petani," ujarnya.
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini juga menampung semua aspirasi para petani, salah satunya agar pemerintah lebih memperhatikan petani. Sehingga saat panen tiba, harga yang didapatkan petani tidak turun drastis.
Baca juga:
Soal Pinjol Ilegal, Mahfud MD Minta Masyarakat Berani MelaporAboe Bakar juga tak lupa memborong cabai merah yang baru dipanen oleh petani, tentu dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga yang berlaku di petani. Ia juga mengajak seluruh legislator dari PKS untuk memberi dukungan dengan membeli cabai dan hasil pertanian lainnya.
"Cabai ini akan kita bagikan ke masyarakat lagi, saya yakin emak-emak atau ibu-ibu pasti akan senang kalau dikasih cabai," imbuhnya.
(sof)