Menuju Rakornas, Setengah Abad Pengabdian Dewan Da'wah di Indonesia
Fajar adhitya
Selasa, 04 Januari 2022 - 14:34 WIB
Pengurus Dewan Dawah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat usai silaturahmi dengan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah. Foto: Istimewa.
Dewan Da’wah Islamiyah Indoneisa (DDII) akan memasuki usianya yang ke-55 pada 26 Februari mendatang. Usia setengah abad lebih tentu merupakan usia yang matang untuk ukuran sebuah organisasi.
Kabid Humas Pemuda Dewan Da’wah Imanuddin Kamil mengatakan, usia setengah abad belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan usia dan perjalanan da'wah itu sendiri. Sebab usia da'wah lebih panjang dari usia manusia, melampaui umur generasi, melewati ajal umat atau bahkan organisasi.
Karena itu pendiri Dewan Da'wah, Mohammad Natsir Allahu Yarhammenyematkan satu semboyan khasnya, yakni risalah merintis, dakwah melanjutkan. “Bahwa amanah da'wah memang tugas yang berkesinambungan, estafet turun temurun sampai hari kiamat nanti,” kata Imanuddin dalam keterangan tertulis kepada Langit7.id, Selasa (4/1/2022).
Baca Juga: Dewan Dawah ajak Umat Islam Teladani Ulama Pendiri Bangsa
Menutup akhir tahun 2021, Ketua Umum Dewan Da'wah periode 2020-2025, Adian Husaini menyampaikan pidato akhir tahun bertema, “Menyambut 55 Tahun DDII, Dengan Da'wah Kita Ada”. Pidato tersebut menegaskan kembali eksistensiDewan Da'wah sebagai organisasi yang konsen dengan da'wah.
“Bahwa perjalanan da'wah di negeri ini tidak pernah berhenti dan tidak boleh mengendor apalagi mati,” imbuh Imanuddin.
Kalimat “Dengan Da'wah Kita Ada" merupakan sebuah pengakuan yang menyiratkan peleburan diri dalam da'wah bagi generasi masa kini. Bahwa eksistensi seorang muslim adalah da'wah dan tak bernilai tanpanya.
Kabid Humas Pemuda Dewan Da’wah Imanuddin Kamil mengatakan, usia setengah abad belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan usia dan perjalanan da'wah itu sendiri. Sebab usia da'wah lebih panjang dari usia manusia, melampaui umur generasi, melewati ajal umat atau bahkan organisasi.
Karena itu pendiri Dewan Da'wah, Mohammad Natsir Allahu Yarhammenyematkan satu semboyan khasnya, yakni risalah merintis, dakwah melanjutkan. “Bahwa amanah da'wah memang tugas yang berkesinambungan, estafet turun temurun sampai hari kiamat nanti,” kata Imanuddin dalam keterangan tertulis kepada Langit7.id, Selasa (4/1/2022).
Baca Juga: Dewan Dawah ajak Umat Islam Teladani Ulama Pendiri Bangsa
Menutup akhir tahun 2021, Ketua Umum Dewan Da'wah periode 2020-2025, Adian Husaini menyampaikan pidato akhir tahun bertema, “Menyambut 55 Tahun DDII, Dengan Da'wah Kita Ada”. Pidato tersebut menegaskan kembali eksistensiDewan Da'wah sebagai organisasi yang konsen dengan da'wah.
“Bahwa perjalanan da'wah di negeri ini tidak pernah berhenti dan tidak boleh mengendor apalagi mati,” imbuh Imanuddin.
Kalimat “Dengan Da'wah Kita Ada" merupakan sebuah pengakuan yang menyiratkan peleburan diri dalam da'wah bagi generasi masa kini. Bahwa eksistensi seorang muslim adalah da'wah dan tak bernilai tanpanya.