Ustadz Muhammad Faizar: Spirit Doll itu seperti Berhala, Dihuni Jin
Muhajirin
Rabu, 05 Januari 2022 - 19:58 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar Ruqyah Syar'iyyah, Ustadz Muhammad Faizar, meminta umat Islam tidak ikut-ikut mengadopsi boneka arwah atau spirit doll. Sebab arwah yang ada dalam boneka itu bisa dipastikan adalah jin.
Menurut Faizar, karakter boneka arwah sama seperti berhala-berhala yang disembah kaum musyrik zaman dulu. Dia menyitir sebuah riwayat yang menceritakan kisah Muhair bin Ahbar, jin muslim yang membela martabat Nabi Muhammad SAW.
Ketika Rasulullah SAW diboikot, para pembesar-pembesar kafir Quraisy bermusyawarah. Mereka meminta pendapat Al-Walid bin al-Mughirah, salah satu pembesar Quraisy. Namun dia tidak bisa berpendapat apa-apa.
Walid lalu mengurung diri dan berpuasa selama 3 hari 3 malam. Selama menjalani perenungan itu, dia selalu memohon petunjuk dari berhala Hubal. Tiba-tiba ada jin kafir bernama Musfir masuk ke dalam Hubal, setelah melihat kesempatan menyesatkan Walid.
Hubal yang awalnya tidak bisa berbicara karena hanya patung tiba-tiba mengeluarkan kalimat. Hubal melalui jin Musfir mengatakan, Muhammad itu bukan nabi dan lain sebagainya. Pernyataan Musfir ini lantas membuat permusuhan kafir Quraisy semakin kuat kepada Nabi Muhammad SAW.
Berita itu lalu sampai kepada Muhair bin Ahbar. Ia mencari Musfir dan menemukannya di antara Safa dan Marwa. Tak menunggu waktu lama, Muhair masuk ke Hubal lalu berbicara ke kafir Quraisy.
Muhair membela martabat Rasulullah. Dia mengatakan, Muhammad adalah utusan Allah, orang yang jujur dan amanah, dan segala sifat kenabian yang melekat kepada beliau. Tindakan Muhair ini membuat bingung kafir Quraisy kala itu.
Menurut Faizar, karakter boneka arwah sama seperti berhala-berhala yang disembah kaum musyrik zaman dulu. Dia menyitir sebuah riwayat yang menceritakan kisah Muhair bin Ahbar, jin muslim yang membela martabat Nabi Muhammad SAW.
Ketika Rasulullah SAW diboikot, para pembesar-pembesar kafir Quraisy bermusyawarah. Mereka meminta pendapat Al-Walid bin al-Mughirah, salah satu pembesar Quraisy. Namun dia tidak bisa berpendapat apa-apa.
Walid lalu mengurung diri dan berpuasa selama 3 hari 3 malam. Selama menjalani perenungan itu, dia selalu memohon petunjuk dari berhala Hubal. Tiba-tiba ada jin kafir bernama Musfir masuk ke dalam Hubal, setelah melihat kesempatan menyesatkan Walid.
Hubal yang awalnya tidak bisa berbicara karena hanya patung tiba-tiba mengeluarkan kalimat. Hubal melalui jin Musfir mengatakan, Muhammad itu bukan nabi dan lain sebagainya. Pernyataan Musfir ini lantas membuat permusuhan kafir Quraisy semakin kuat kepada Nabi Muhammad SAW.
Berita itu lalu sampai kepada Muhair bin Ahbar. Ia mencari Musfir dan menemukannya di antara Safa dan Marwa. Tak menunggu waktu lama, Muhair masuk ke Hubal lalu berbicara ke kafir Quraisy.
Muhair membela martabat Rasulullah. Dia mengatakan, Muhammad adalah utusan Allah, orang yang jujur dan amanah, dan segala sifat kenabian yang melekat kepada beliau. Tindakan Muhair ini membuat bingung kafir Quraisy kala itu.