Persis Minta UNHCR Serius Tangani Pengungsi di Indonesia
Hasanah syakim
Kamis, 06 Januari 2022 - 23:11 WIB
Waketum PP Persis KH Dr. Jeje Zaenudin. Foto: Persis.or.id.
Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) KH Jeje Zaenuddin meminta United Nations High Commisioner For Refugees (UNHCR) serius menangani pengungsi di Indonesia. Jangan sampai aksi demonstrasi pengungsi seperti turun ke jalan, jahit mulut, dan bakar diri mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia internasional.
"UNHCR harus menyelesaikan masalah pengungsi, karena ini sudah menyangkut nama baik Indonesia," kata KH Jeje Zaenudindalam keterangannya usai menerima audiensi Solidarity Indonesian for Refugee, dikutip Kamis (6/1/2022).
Ketua MUI Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini meminta UNHCR mengawasi secara ketat aktivitas para pengungsi agar tidak melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Karena, pernah dia melihat beberapa kali warga negara asing yang mengaku dari Afganistan mendatangi masjid-masjid minta bantuan untuk anak yatim dan dhuafa.
Baca Juga:MUI: Islam Sumber Inspirasi Kebudayaan Nasional
"Ini mereka (pengungsi) jadi liar, lalu di mana pengawasan UNHCR. Mereka bisa saja berkolaborasi dengan orang melakukan tindakan negatif dan ini berbahaya," katanya.
Jangan sampai minimnya pengawasan dari UNHCR para pengungsi melakukan tindak yang tidak baik selama tinggal di pengungsian. Untuk itu UNHCR harus segera selesaikan semua masalah pengungsi. "Karena ini memang tugasnya mereka," katanya.
Masukan untuk SIR
"UNHCR harus menyelesaikan masalah pengungsi, karena ini sudah menyangkut nama baik Indonesia," kata KH Jeje Zaenudindalam keterangannya usai menerima audiensi Solidarity Indonesian for Refugee, dikutip Kamis (6/1/2022).
Ketua MUI Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini meminta UNHCR mengawasi secara ketat aktivitas para pengungsi agar tidak melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Karena, pernah dia melihat beberapa kali warga negara asing yang mengaku dari Afganistan mendatangi masjid-masjid minta bantuan untuk anak yatim dan dhuafa.
Baca Juga:MUI: Islam Sumber Inspirasi Kebudayaan Nasional
"Ini mereka (pengungsi) jadi liar, lalu di mana pengawasan UNHCR. Mereka bisa saja berkolaborasi dengan orang melakukan tindakan negatif dan ini berbahaya," katanya.
Jangan sampai minimnya pengawasan dari UNHCR para pengungsi melakukan tindak yang tidak baik selama tinggal di pengungsian. Untuk itu UNHCR harus segera selesaikan semua masalah pengungsi. "Karena ini memang tugasnya mereka," katanya.
Masukan untuk SIR