LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, KH Jeje Zaenuddin mengatakan, nilai-nilai Islam telah mendarah daging dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Islam adalah sumber inspirasi bagi pembangunan kebudayaan nasional.
“Tentu saja, dengan tidak memungkiri adanya unsur kebudayan lain yang bersifat asli dan lokal yang mempengaruhi pemahaman dan praktik ajaran Islam,” katanya dalam Refleksi Budaya Akhir Tahun 2021, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI, akhir pekan ini (2/1/2022).
Ia menjelaskan, ada kaidah fikih, yakni
al 'adatu muhakkamah yang artinya adat atau kebiasaan masyarakat dapat di adopsi ke dalam tradisi Islam. Kaidah itu menjadi dasar bagaimana mengadaptasi budaya dan karifan lokal yang sejalan dengan prinsip Islam yang bersendikan tauhid dan misi kemaslahatan umum.
Baca Juga: KH Jeje Zaenudin: Tahun Baru Momentum Perbanyak MuhasabahDengan demikian, dapat dikatakan bahwa Islamisasi di Indonesia berjalan dua arah. Sehingga seluruh sistem religi masyarakat Indonesia, sistem sosial, hukum, ekonomi, dan politik telah didominasi dengan bahasa dan simbol islami.
KH Jeje menyatakan, keindonesiaan dan keislaman adalah satu tarikan napas. Islam sebagai jalan hidup mayoritas masyarakat, sedangkan Indonesia adalah tempat bernaung di mana masyakat menjalankan ajaran Islam.
“Sehingga dapat melahirkan kebudayan dan peradaban yang islami sekaligus Indonesiawi,” imbuhnya.
Baca Juga: Majelis Ormas Islam Gelar Muhasabah Akhir Tahun 2021Kiai Jeje menekankan, idealisme dan cita-cita kebudayaan nasional harus menjadi bagian dari cita-cita kebudayan Islam. Sebaliknya, idealisme pembangunan kebudayaan Islam juga sekaligus menjadi inspirasi pembangunan kebudayaan nasional.
“Sehingga tidak ada lagi ada upaya mendikotomikan apalagi membenturkan kebudayaan nasional dengan kebudayan umat Islam dan sebaliknya,” kata Kiai Jeje.
Baca Juga: Kiai Didin Hafidhuddin Dorong Ormas Islam Perkuat Kolaborasi(zhd)