Cegah Gangguan Saraf, Setop Gaya Hidup Sedentary dan Lakukan Senam Neuromove
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 10 Januari 2022 - 16:27 WIB
Gerakan stretching atau peregangan dapat menghindari cedera dan mencegah gejala neuropati. Foto: LANGIT7/iStock
Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) Ade Jeanne Domina L. Tobing mengingatkan pentingnya aktivitas fisik dan latihan fisik yang baik, benar, terukut, dan teratur.
Gaya hidup sedentary yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular atau penyakit kurang gerak seperti diabetes melitus, kegemukan, tekanan darah tinggi, osteoporosis termasuk gejala neuropati akibat penyakit.
Baca juga: Waspadai Kebas dan Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Kadar Gula Tinggi
Di masa pandemi seperti saat ini membuat orang cenderung mengasup gaya hidup sedentary yang jarang bergerak. Menurut dr Ade Jeanne harus ada keseimbangan antara asupan makanan dengan aktivitas fisik.
“Salah satu cara untuk mencegah neuropati, perlu melakukan latihan fisik seperti senam Neuromove." kata dr Ade Jeanne dalam keterangan tertulis yang ditulis Langit7 pada Senin (10/1/2021).
Neuromove sendiri gerakannya didesain khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf dan meningkatkan fungsi saraf serta otak kanan-kiri, sehingga fungsi kognitif seperti memori, emosi, konsentrasi menjadi lebih baik.
"Selain mencegah neuropati, Neuromove juga dapat meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, serta meningkatkan ketahanan jantung –paru dan peredaran darah,” papar dr Ade Jeanne yang menciptakan senam Neuromove di tahun 2015.
Gaya hidup sedentary yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular atau penyakit kurang gerak seperti diabetes melitus, kegemukan, tekanan darah tinggi, osteoporosis termasuk gejala neuropati akibat penyakit.
Baca juga: Waspadai Kebas dan Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Kadar Gula Tinggi
Di masa pandemi seperti saat ini membuat orang cenderung mengasup gaya hidup sedentary yang jarang bergerak. Menurut dr Ade Jeanne harus ada keseimbangan antara asupan makanan dengan aktivitas fisik.
“Salah satu cara untuk mencegah neuropati, perlu melakukan latihan fisik seperti senam Neuromove." kata dr Ade Jeanne dalam keterangan tertulis yang ditulis Langit7 pada Senin (10/1/2021).
Neuromove sendiri gerakannya didesain khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf dan meningkatkan fungsi saraf serta otak kanan-kiri, sehingga fungsi kognitif seperti memori, emosi, konsentrasi menjadi lebih baik.
"Selain mencegah neuropati, Neuromove juga dapat meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, serta meningkatkan ketahanan jantung –paru dan peredaran darah,” papar dr Ade Jeanne yang menciptakan senam Neuromove di tahun 2015.