Danau Maninjau Wisata Danau Vulkanik Nan Ekstosis di Sumatra Barat
Hasanah syakim
Selasa, 11 Januari 2022 - 05:00 WIB
Danau Maninjau (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Sumatera Barat menyimpan banyak keindahan alam dari pantai-pantai yang menawan, bukit- bukit serta danau-danau yang memukau terangkum lengkap di tanah Minangkabau. Salah satunya adalah Danau Maninjau.
Danau Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ini merupakan danau vulkanik. Danau yang terbentuk akibat aktivitas letusan Gunung Sitinjau ini diperkirakan terjadi kurang lebih 52 ribu tahun yang lalu, sehingga terbentuk sebuah kaldera besar.
Tak heran, Danau Maninjau menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia yang ketinggian sekitar 460 mdpl dengan luas sekitar 100 kilometer persegi, serta memiliki kedalaman maksimal kurang lebih 495 meter.
Di luar kacamata keilmuan, terdapat sebuah legenda yang berkembang secara turun temurun di kalangan masyarakat setempat mengenai asal muasal dari danau ini. Legenda ini dikenal orang sebagai ‘Bujang Sembilan’, yang menceritakan kisah 10 bersaudara kakak beradik yang terdiri dari 9 orang bujang dan seorang gadis.
Baca juga:Potensi Danau Maninjau Perlu Ditingkatkan untuk Dukung Perekonomian
Alkisah sang gadis menjalin kasih dengan pemuda bernama Sigiran, yang berujung fitnah karena keduanya dituduh menjalin hubungan telah melampaui batas norma masyarakat. Dan tuduhan itu berasal dari dari kesembilan bujang.
Lalu, sang gadis beserta kekasihnya kemudian bersumpah. Keduanya akan melompat ke kawah Gunung Tinjau (Sitinjau) untuk membuktikan kesucian diri mereka. Sebelum melompat, keduanya berkata, jika mereka bersalah maka gunung tersebut tidak akan meletus, tetapi jika mereka berdua tidak bersalah maka gunung tersebut akan meletus. Meletusnya Gunung Sitinjau pun menjadi bukti keduanya tidak bersalah.
Danau Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ini merupakan danau vulkanik. Danau yang terbentuk akibat aktivitas letusan Gunung Sitinjau ini diperkirakan terjadi kurang lebih 52 ribu tahun yang lalu, sehingga terbentuk sebuah kaldera besar.
Tak heran, Danau Maninjau menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia yang ketinggian sekitar 460 mdpl dengan luas sekitar 100 kilometer persegi, serta memiliki kedalaman maksimal kurang lebih 495 meter.
Di luar kacamata keilmuan, terdapat sebuah legenda yang berkembang secara turun temurun di kalangan masyarakat setempat mengenai asal muasal dari danau ini. Legenda ini dikenal orang sebagai ‘Bujang Sembilan’, yang menceritakan kisah 10 bersaudara kakak beradik yang terdiri dari 9 orang bujang dan seorang gadis.
Baca juga:Potensi Danau Maninjau Perlu Ditingkatkan untuk Dukung Perekonomian
Alkisah sang gadis menjalin kasih dengan pemuda bernama Sigiran, yang berujung fitnah karena keduanya dituduh menjalin hubungan telah melampaui batas norma masyarakat. Dan tuduhan itu berasal dari dari kesembilan bujang.
Lalu, sang gadis beserta kekasihnya kemudian bersumpah. Keduanya akan melompat ke kawah Gunung Tinjau (Sitinjau) untuk membuktikan kesucian diri mereka. Sebelum melompat, keduanya berkata, jika mereka bersalah maka gunung tersebut tidak akan meletus, tetapi jika mereka berdua tidak bersalah maka gunung tersebut akan meletus. Meletusnya Gunung Sitinjau pun menjadi bukti keduanya tidak bersalah.